Berita

Ratusan Warga Distrik Jila Mimika Mengungsi Akibat Operasi Militer

TIMIKA, TOMEI.ID | Ratusan warga sipil dari Kampung Amuagom, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua, terpaksa mengungsi secara massal pada 10 Desember 2025 lalu. Pengungsian ini terjadi menyusul adanya serangan bom dan penembakan dalam operasi militer Indonesia di kawasan permukiman warga pada pukul 05.00 WIT.

Menurut laporan Human Rights Defender (HRD) yang diterima tomei.id, Jumat (12/12/2025), warga termasuk bayi, anak-anak, dan lansia melarikan diri setelah operasi militer merusak sejumlah rumah, ternak, serta fasilitas sipil. Bukti kerusakan berupa selongsong amunisi ditemukan di halaman rumah, sementara dinding-dinding bangunan memperlihatkan bekas tembakan yang menembus ke bagian dalam.

Untuk menghindari dampak operasi, para warga menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju pusat Distrik Jila. Sepanjang perjalanan, mereka dilaporkan tidak mendapatkan pasokan makanan maupun air bersih, menyebabkan banyak pengungsi mengalami kelaparan dan pusing. Sementara itu, lebih dari sepuluh warga lainnya dikabarkan mengungsi ke Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, dengan keberadaan yang belum dapat dipastikan.

Dalam laporan terbarunya, HRD mengungkapkan bahwa operasi militer masih berlanjut pada 11 Desember 2025, meluas ke sepuluh kampung lain di Distrik Jila dan melibatkan penambahan personel TNI serta helikopter militer. Situasi ini dinilai memperburuk keamanan warga sipil.

HRD mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghentikan operasi militer di Distrik Jila yang menimbulkan korban sipil dan kerusakan harta benda. Mereka juga meminta pemerintah Indonesia membuka akses bagi lembaga HAM internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Desakan penarikan aparat militer dari Distrik Jila dan wilayah lain di Papua juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat. HRD merujuk laporan Human Rights Monitor (HRM) yang mencatat lebih dari 103.218 pengungsi internal tersebar di berbagai wilayah Papua sejak Oktober 2025 akibat eskalasi konflik bersenjata. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

6 menit ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

1 jam ago

459 Kasus Tercatat, Polda Papua Tengah akan Gelar Operasi Pekat Noken 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama…

4 jam ago

TPNPB Ancam Karyawan Freeport yang Ikut Latsarmil Komcad di Rindam Cenderawasih

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)…

4 jam ago

Dies Natalis ke-12 Asrama Yahukimo Jayapura Soroti Perhatian Pemkab

JAYAPURA, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo di Jayapura memperingati Dies Natalis ke-12 dengan mengangkat…

4 jam ago

Wabup Burhanuddin Minta Kantor Sementara Kodim 1705/Nabire Harus Jadikan Rumah Pengabdian

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawenari, meminta jajaran Kodim 1705/Nabire menjadikan kantor…

5 jam ago