PANIAI, TOMEI.ID | Kawasan samping Kali Yawei di Kampung Keniapa, Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai, berubah menjadi lautan manusia saat ribuan umat Katolik berkumpul untuk mendukung pelengkapan fasilitas Gereja Katolik St. Paulus Keniapa.
Selama dua hari, Kamis hingga Jumat (7–8 Mei 2026), umat Katolik wilayah Yawei, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, menggelar usaha dana untuk pelengkapan fasilitas gereja yang dipadati masyarakat dari berbagai kampung dan wilayah pelayanan gereja.
Sepanjang Jalan Raya Waghete–Enarotali dipenuhi warga yang datang berjalan kaki, menggunakan kendaraan roda dua, hingga membawa noken kulit kayu berisi sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah mereka.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah sekaligus penuh nuansa kebersamaan. Ribuan umat memadati lapangan kegiatan sejak pagi hingga malam hari untuk mengikuti berbagai agenda penggalangan dana yang disiapkan panitia.
Ketua Panitia Wilayah Yawei, Ruben Bunai, mengatakan kegiatan itu menjadi bentuk komitmen umat dalam membangun gereja secara mandiri melalui semangat persaudaraan dan gotong royong.
“Ini program gereja. Kami bikin pertandingan, kami bikin usaha, supaya rumah Tuhan di Keniapa bisa layak,” ujar Ruben di tengah lapangan kegiatan.
Antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari umat di Keniapa, tetapi juga mengalir dari berbagai stasi, paroki, hingga denominasi gereja lain di wilayah sekitar.
Penanggung Jawab Kegiatan, Mesak Mote, menyebut dukungan lintas wilayah dan lintas gereja menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat dalam mendukung pembangunan rumah ibadah.
“Ada dari stasi tetangga. Ada dari paroki lain. Ada dari dekenat lain. Bahkan denominasi gereja lain juga datang bantu,” katanya.
Semangat gotong royong dan kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Di sekitar lokasi acara, tim keamanan bersama masyarakat menjaga situasi agar tetap aman, tertib, dan kondusif.
Yulius Bunai mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar karena masyarakat datang dengan tujuan yang sama, yakni mendukung pembangunan gereja.
“Semua jalan aman. Semua senang. Karena ini kerja untuk Tuhan,” ungkapnya.
Usaha dana dilakukan melalui berbagai kegiatan rakyat, mulai dari pertandingan olahraga, lelang alas tikar Ebamukai, pengumpulan sumbangan Komunitas Basis Gereja (KBG), paguyuban stasi Kombas, hingga bantuan sukarela dari berbagai gereja dan masyarakat.
Saat proses penghitungan akhir dilakukan panitia, total dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp20.670.000.
Bagi masyarakat di wilayah pinggir Kali Yawei, jumlah tersebut bukan sekadar angka, melainkan simbol kuat solidaritas, iman, dan pengorbanan umat dalam membangun rumah Tuhan secara bersama-sama.
Pembangunan Gereja Katolik St. Paulus Keniapa juga dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kehidupan rohani, persaudaraan umat, dan kebersamaan masyarakat di wilayah pedalaman Papua Tengah.
Di tengah berbagai keterbatasan ekonomi dan kondisi geografis yang tidak mudah, ribuan umat tetap menunjukkan bahwa gereja tidak hanya dibangun dengan semen dan kayu, tetapi juga dengan ketulusan hati, pengorbanan, dan iman yang hidup di tengah masyarakat. [*].










