Berita

Satu KNPI Harga Mati: Pelantikan di Wamena Jadi Garis Batas Persatuan Pemuda Mamberamo Tengah

WAMENA, TOMEI.ID | Pelantikan Pengurus Definitif DPD II KNPI Kabupaten Mamberamo Tengah periode 2026–2029 tidak lagi bisa dibaca sebagai agenda seremonial semata. Di balik itu, tersimpan satu pesan tegas: pemuda harus bersatu, atau kehilangan peran dalam menentukan arah pembangunan daerahnya sendiri.

Steering Committee DPD II KNPI Papua Pegunungan, Oktaf Gombo, menegaskan bahwa ruang perpecahan tidak lagi tersedia, karena persatuan menjadi syarat mutlak menjaga arah pembangunan daerah.

“Tidak ada dualisme. Mamberamo Tengah hanya satu KNPI, dan itu yang diakui pemerintah. Tidak boleh ada lagi klaim di luar itu,” tegas Oktaf Gombo dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id, Kamis (9/4/2026).

Pernyataan tersebut menjadi garis batas yang jelas di tengah potensi fragmentasi organisasi kepemudaan, situasi yang selama ini kerap melemahkan posisi tawar pemuda dalam ruang kebijakan.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 April 2026 di Hotel Grand Sartika Wamena. Momentum ini diposisikan sebagai titik konsolidasi untuk menyatukan arah gerak pemuda dari lima distrik dan 59 kampung di Mamberamo Tengah.

Ketua Panitia Pelantikan, Michael Kogoya, menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada kesiapan acara, tetapi pada komitmen setelah pelantikan, yang akan diuji melalui kerja nyata, konsistensi, dan keberanian kolektif pemuda.

“Pemuda harus bangkit dan bersatu. Tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Kalau pemuda terpecah, pembangunan pasti tersendat,” ujar Michael Kogoya.

Michael Kogoya juga memastikan bahwa setelah pelantikan, KNPI akan langsung bergerak melalui rapat kerja untuk merumuskan program strategis. Menurut Michael Kogoya, organisasi kepemudaan tidak boleh berhenti pada simbol, tetapi harus hadir sebagai kekuatan sosial yang bekerja nyata.

Dukungan pemerintah daerah turut menguatkan momentum tersebut. Asisten II Setda Mamberamo Tengah, Deni Sadai, dijadwalkan membuka kegiatan secara resmi menjadi sinyal bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada soliditas pemuda.

Namun, harapan itu tidak datang tanpa konsekuensi. Ketika ruang telah dibuka, pemuda dituntut untuk mengisinya dengan kerja dan keberanian mengambil peran, bukan sekadar hadir dalam struktur.

Pelantikan ini pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar pengukuhan organisasi. Ini adalah garis batas: apakah KNPI Mamberamo Tengah akan benar-benar menjadi rumah bersama yang solid, atau kembali terjebak dalam perpecahan yang selama ini melemahkan.

Di titik ini, pilihan ada pada pemuda sendiri menjadi penggerak pembangunan, atau tetap menjadi penonton di tanahnya sendiri, di tengah perubahan zaman yang terus menuntut keberanian dan arah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Terima 16 Mahasiswa Baru, Korwil Yahukimo Manokwari Tekankan Kepemimpinan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Yahukimo, Kota Studi…

8 jam ago

Tapal Batas Kapiraya Belum Tuntas, DPRK Dogiyai Desak Pemerintah Tepati Janji

DOGIYAI, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai, Kornelius Kotouki, mendesak Pemerintah Provinsi…

8 jam ago

TPNPB Kodap III Ndugama Darakma Bantah Terlibat Kasus Jila, Tuding Kelompok John Lokbere

MIMIKA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom,…

8 jam ago

GPMI-I Kembali Desak DPD-DPR RI Respons Aspirasi Mahasiswa Intan Jaya

YOGYAKARTA, TOMEI.ID | Penanggung Jawab Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) sekaligus Koordinator Wilayah…

9 jam ago

Paniai Menata Tiga Pilar: Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi Kerakyatan

PANIAI, TOMEI.ID | Pembangunan Paniai tidak hanya berbicara tentang apa yang dibangun pemerintah, tetapi juga…

16 jam ago

Kantor Wilayah Baptis Poga Mulai Dibangun, Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Rp60 Juta

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan, mulai mendukung pembangunan Kantor Wilayah Persekutuan Gereja-Gereja…

16 jam ago