Berita

Selamat Jalan Pastor Nico Dister OFM, Filsuf dan Pendidik yang Mengabdi untuk Indonesia

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kabar duka datang dari dunia pendidikan dan filsafat. Pastor Nico Dister OFM, seorang imam, filsuf, dan akademisi yang telah lama mengabdi di Indonesia, wafat di Belanda pada Minggu, 12 April 2026. Ia tutup usia dalam usia 87 tahun.

Almarhum lahir di Belanda pada tahun 1939. Sejak muda, ia menempuh pendidikan filsafat dan teologi di sejumlah negara Eropa, yakni Belanda, Belgia, dan Jerman Barat. Selain itu, ia juga mendalami bidang psikologi, khususnya psikologi agama, yang kemudian menjadi salah satu fokus keilmuannya.

Pada tahun 1972, Nico Dister meraih gelar doktor di bidang filsafat dari Universitas Leuven, Belgia. Setelah itu, ia memulai pengabdian panjangnya di Indonesia sebagai dosen dan pemikir yang berpengaruh dalam perkembangan studi filsafat dan teologi.

Sejak 1973, ia mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta. Pengabdiannya berlanjut di STF Kateketik “Karya Wacana” Jakarta sejak 1977, dan di STF “Fajar Timur” Abepura, Jayapura sejak 1983. Kehadirannya di Papua turut memberi kontribusi besar dalam pembinaan intelektual dan iman generasi muda.

Sepanjang hidupnya, Nico Dister dikenal sebagai penulis produktif dengan berbagai karya penting di bidang filsafat dan teologi. Beberapa karyanya antara lain:

  • Bapak dan Ibu Sebagai Simbol Allah (1983)
  • Filsafat Agama Kristiani (1985)
  • Kristologi, Sebuah Sketsa (1987)
  • Pengalaman & Motivasi Beragama (1988)
  • Filsafat Kebebasan (1988, cetakan berikutnya 1991 dan 1993)
  • Teologi Sistematika (Jilid 1–2)

Pemikirannya tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga menyentuh realitas sosial, termasuk perhatian terhadap masyarakat Papua. Salah satu gagasannya yang dikenal adalah pentingnya pendekatan afirmatif atau “diskriminasi positif” bagi Orang Asli Papua sebagai bagian dari keadilan sosial.

Kepergian Pastor Nico Dister meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi kalangan Gereja Katolik, tetapi juga dunia akademik dan masyarakat luas yang pernah merasakan kontribusi pemikirannya.

Warisan intelektual dan pengabdiannya akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan pemikiran kritis di Indonesia, khususnya di Tanah Papua.

Selamat jalan, Pastor Nico Dister OFM. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Tengah Perketat Tata Kelola Dana Hibah, Lima Rekomendasi Ditetapkan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, memperketat tata kelola dana hibah pemerintah daerah…

7 jam ago

KLHS RDTR Perkotaan Manokwari Soroti Banjir, Abrasi dan Ancaman Bencana

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menempatkan banjir, genangan, abrasi, pengelolaan limbah dan persampahan…

7 jam ago

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Disebut Luka Tembak

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim 10 warga sipil yang disebut sebagai…

19 jam ago

DPR Papua Tengah Siapkan Revisi Regulasi OAP, John Gobai Soroti Kriteria dan Pengakuan Adat

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan regulasi mengenai…

20 jam ago

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

1 hari ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

1 hari ago