Berita

Sembilan Belas Tahun Mengabdi untuk Negeri: Sebuah Catatan Reflektif Perjalanan UNTRIB Kalabahi

Oleh: Welem Maniyeni

Sembilan belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di usia yang hampir memasuki dua dekade, Universitas Tribuana (UNTRIB) Kalabahi telah mengukir jejak sejarah sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang lahir dari semangat mencerdaskan generasi muda Alor dan Nusa Tenggara Timur. Di tengah berbagai keterbatasan sebagai perguruan tinggi yang tumbuh di wilayah kepulauan dan perbatasan, UNTRIB tetap berdiri sebagai ruang lahirnya pemimpin, pendidik, birokrat, pengusaha, aktivis, serta sumber daya manusia yang kini mengabdi di berbagai bidang kehidupan.

Sebagai bagian dari keluarga besar UNTRIB, sekaligus pernah dipercaya memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2018–2019, saya memandang perjalanan kampus ini bukan sekadar hitungan usia, melainkan sebuah kisah panjang tentang perjuangan, pengabdian, dan harapan yang dibangun oleh para pendiri, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, gereja, pemerintah, serta seluruh masyarakat yang terus menaruh kepercayaan kepada kampus ini.

UNTRIB bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Saya masih mengingat bagaimana kehidupan kampus dipenuhi semangat diskusi, organisasi, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai dinamika yang membentuk cara berpikir kami. Dari kampus inilah kami belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga keberanian mengambil tanggung jawab dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Kini, ketika UNTRIB memasuki usia ke-19, tantangan pendidikan tinggi semakin kompleks. Transformasi digital, kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi. Karena itu, Dies Natalis bukan sekadar momentum perayaan, melainkan saat yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun arah baru menuju masa depan.

Ada beberapa catatan yang menurut saya penting menjadi perhatian bersama.

Pertama, UNTRIB harus mulai membangun ekosistem yang benar-benar memberdayakan alumni. Alumni adalah salah satu wajah keberhasilan sebuah universitas. Mereka telah tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia pendidikan, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha. Potensi besar ini perlu dihimpun dan diberi ruang untuk berkontribusi, baik di dalam maupun di luar kampus.

Keterlibatan alumni tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata, seperti menjadi dosen praktisi, mentor mahasiswa, mitra penelitian, pembuka jaringan kerja sama, hingga pemberi masukan dalam pengembangan institusi. Kampus yang besar adalah kampus yang mampu merangkul alumninya sebagai mitra pembangunan.

Kedua, UNTRIB harus lebih berani mempercayai dan memberdayakan sumber daya mahasiswanya sendiri.
Banyak mahasiswa memiliki kemampuan luar biasa di bidang teknologi informasi, desain grafis, multimedia, fotografi, videografi, hingga pengembangan aplikasi. Potensi ini jangan hanya menjadi tugas kuliah atau karya yang berhenti di ruang akademik. Kampus seharusnya menjadikan mahasiswa sebagai bagian dari solusi dalam pengembangan institusi.

Website universitas, sistem informasi akademik, aplikasi pelayanan, media promosi digital, hingga berbagai inovasi teknologi dapat dikembangkan bersama mahasiswa. Ketika kampus menggunakan dan mengembangkan karya mahasiswanya sendiri, sesungguhnya kampus sedang membangun budaya inovasi sekaligus memberikan pengalaman profesional yang sangat berharga bagi generasi muda.
Ketiga, UNTRIB perlu memperkuat mutu akademik melalui riset, publikasi, dan pengembangan kapasitas dosen.

Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan. UNTRIB juga harus mampu menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Alor dan kawasan kepulauan. Dosen perlu didorong untuk memperkuat penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada persoalan nyata di daerah.

Riset tentang pendidikan, ekonomi lokal, pertanian, perikanan, pariwisata, budaya, pemerintahan, teknologi informasi, hingga persoalan masyarakat di wilayah perbatasan dapat menjadi kekuatan akademik UNTRIB. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pusat produksi pengetahuan dan gagasan yang dapat membantu menjawab persoalan pembangunan daerah.

Keempat, sebagai universitas yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani, UNTRIB memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan inovasi digital yang memberi manfaat bagi gereja.

Di era digital, pelayanan gereja tidak lagi hanya berlangsung di mimbar, tetapi juga melalui teknologi. Sistem administrasi jemaat, aplikasi pelayanan, media pembelajaran iman, digitalisasi arsip gereja, hingga platform pelayanan berbasis teknologi merupakan ruang pengabdian yang dapat dikembangkan oleh sivitas akademika UNTRIB, khususnya melalui Program Studi Teknologi Informasi.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus benar-benar menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat.

Kelima, sebagai salah satu universitas di wilayah perbatasan yang memiliki Program Studi Teknologi Informasi, UNTRIB memiliki peluang besar untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Alor dalam mewujudkan pemerintahan berbasis digital.

Transformasi digital tidak dapat berjalan tanpa sumber daya manusia yang kompeten. Di sinilah UNTRIB dapat mengambil peran melalui riset, pengembangan aplikasi, digitalisasi pelayanan publik, pengelolaan data pemerintahan, keamanan siber, hingga peningkatan literasi digital masyarakat. UNTRIB juga dapat menjadi ruang pembelajaran teknologi yang mendorong mahasiswa mengembangkan solusi digital sesuai kebutuhan daerah, sekaligus memperkuat kapasitas aparatur dan masyarakat dalam menghadapi perubahan teknologi.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi akan menjadi investasi penting bagi kemajuan Alor di masa depan. UNTRIB dapat hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam merancang dan mengembangkan solusi berbasis pengetahuan dan teknologi. Kemitraan tersebut dapat diwujudkan melalui penelitian bersama, pengembangan inovasi daerah, pendampingan digitalisasi, serta program pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Saya percaya bahwa kemajuan sebuah universitas tidak hanya diukur dari megahnya gedung, banyaknya mahasiswa, atau jumlah lulusan yang dihasilkan. Kemajuan sejati lahir ketika ilmu pengetahuan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi atas persoalan zaman. Perguruan tinggi harus mampu membuktikan keberadaannya melalui karya, gagasan, penelitian, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata serta meninggalkan perubahan positif bagi generasi mendatang.

UNTRIB memiliki modal besar untuk menjadi pusat inovasi, pusat pengembangan sumber daya manusia, dan pusat transformasi digital di wilayah kepulauan dan perbatasan. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mempercayai potensi anak-anak daerah, memperkuat kolaborasi dengan alumni, meningkatkan kualitas akademik dan riset, mempererat kemitraan dengan gereja dan pemerintah, serta menjadikan inovasi sebagai budaya kampus.

Sebagai alumni, saya berharap hubungan antara kampus dan alumni terus diperkuat. Alumni bukan hanya saksi sejarah perjalanan UNTRIB, tetapi juga mitra strategis yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan almamater. Begitu pula mahasiswa hari ini harus dipersiapkan bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta inovasi, pemimpin masa depan, dan agen perubahan bagi daerahnya.

Pada akhirnya, perjalanan sembilan belas tahun UNTRIB bukan hanya tentang apa yang telah dicapai, tetapi juga tentang apa yang harus dipersiapkan. Memasuki usia dua dekade, UNTRIB perlu berani menetapkan visi yang lebih jauh: menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam konteks kepulauan dan perbatasan, kuat dalam karakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta nyata kontribusinya bagi masyarakat. Masa depan UNTRIB tidak hanya ditentukan oleh pimpinan kampus, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, gereja, dan masyarakat.

Selamat Dies Natalis ke-19 Universitas Tribuana Kalabahi. Teruslah menjadi rumah bagi lahirnya insan-insan yang berintegritas, berkarakter, inovatif, dan siap mengabdi bagi gereja, masyarakat, daerah, dan bangsa. Semoga perjalanan menuju usia dua dekade menjadi awal bagi lompatan besar menuju universitas yang unggul, adaptif, dan berdampak nyata, serta mampu melahirkan generasi yang visioner, mandiri, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal Alor.

Selamat Dies Natalis ke-19 Universitas Tribuana Kalabahi. Berkarya dari Perbatasan, Mengabdi untuk Alor, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia. Teruslah melangkah menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, inovatif, adaptif, dan mampu melahirkan generasi muda yang visioner, mandiri, berintegritas, serta berdaya saing dalam menghadapi tantangan zaman.

)* Penulis adalah Mantan Ketua BEM Universitas Tribuana Kalabahi Periode 2018–2019 Founder Aplikasi Sa Bisa, aplikasi PPOB dan multipayment.

Redaksi Tomei

Recent Posts

Aktivis Mahasiswa Teologi Serukan Aksi Solidaritas 3 Agustus, Angkat Isu Darurat Militer dan Kemanusiaan di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aktivis mahasiswa teologi dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Studi Jayapura membagikan…

4 jam ago

Lomba AI Generative Papua Tengah Dibuka, Total Hadiah Rp20 Juta untuk Peserta dari Delapan Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatasi, Persandian, dan Statistik…

5 jam ago

Delvis Rettob: Mental Baja yang Membawa Perubahan dan Harapan bagi PMKRI Periode 2026–2028

Oleh: Michael Edowai Di tengah dinamika pergerakan mahasiswa Katolik di Indonesia yang terus berkembang, muncul…

5 jam ago

BERITA FOTO: Wagub Papua Tengah Sambut Wakil Menteri Bappenas, Sinkronkan Arah Pembangunan Tanah Papua

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menyambut kedatangan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala…

5 jam ago

BERITA FOTO: Gubernur Papua Tengah Tekankan Integritas ASN dan Optimalisasi E-Kinerja BKN

MIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, membuka Sosialisasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023…

5 jam ago

BERITA FOTO: Plt Sekda Papua Tengah Resmikan Gedung Dinas Perkebunan dan Peternakan di Waharia

NABIRE, TOMEI.ID | Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Papua Tengah Silwanus Sumule meresmikan Gedung Dinas…

6 jam ago