WAMENA, TOMEI.ID | Turnamen sepak bola Pemuda Baptis Cup 2026 yang sempat terhenti akibat konflik antarsuku di sekitar wilayah Yomaima, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, kembali digulirkan pada Rabu, 4 November 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah situasi keamanan di wilayah itu dinilai berangsur kondusif. Pertandingan akan dipusatkan di Lapangan Yomaima mulai pukul 14.00 WIT.
Ketua Panitia Pemuda Baptis Cup 2026, Yeslin Yoman, mengatakan seluruh tim peserta, pemain, official, manajer, dan suporter diharapkan kembali mengikuti pertandingan dengan mengutamakan keamanan, ketertiban, serta sportivitas.
“Pertandingan akan kembali dilanjutkan besok sore di Lapangan Yomaima. Kami mengimbau kepada seluruh tim peserta, pemain, official, suporter, dan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung,” ujar Yeslin melalui keterangan resminya di Wamena, Selasa (3/11).
Yeslin menegaskan, Pemuda Baptis Cup tidak boleh hanya dipandang sebagai kompetisi untuk memperebutkan kemenangan. Turnamen tersebut juga diharapkan menjadi ruang memperkuat persatuan dan persaudaraan pemuda di tengah situasi sosial yang sempat terganggu akibat konflik.
“Perlu kami tegaskan bahwa Pemuda Baptis Cup bukan sekadar ajang kompetisi sepak bola, melainkan wadah untuk mempererat tali persaudaraan, membangun persatuan, serta memperkuat kebersamaan pemuda. Mari kita jadikan lapangan sepak bola sebagai tempat membangun persahabatan, bukan permusuhan. Kemenangan bukanlah segalanya, tetapi persaudaraan dan kedamaian jauh lebih utama,” tegasnya.
Panitia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak terprovokasi, serta dilarang membawa atribut maupun benda yang berpotensi memicu konflik susulan antarkelompok.
Dukungan masyarakat, pemain, suporter, dan seluruh elemen terkait dinilai penting untuk memastikan pertandingan berlangsung aman hingga turnamen selesai.
Kembalinya Pemuda Baptis Cup 2026 diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum membangun kepercayaan, menjaga persaudaraan, dan merawat perdamaian di Wamena. [*].












