Berita

Sinode GKI Protes Putusan MK Hasil Pilgub Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua, Rabu (17/9/2025).

Putusan tersebut memicu protes terbuka dari Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua yang menilai keputusan itu belum mencerminkan keadilan bagi rakyat Papua.

Ribuan jemaat dan warga berkumpul di halaman Kantor Sinode GKI Papua, Argapura, Kota Jayapura, dalam aksi damai sebagai respon atas putusan MK. Aksi yang berlangsung tertib itu menjadi ruang aspirasi bagi masyarakat yang menyampaikan kekecewaan melalui jalur moral dan institusional.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, membacakan pernyataan sikap resmi berdurasi 8 menit 6 detik. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa gereja memiliki peran historis dan sosial yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Papua.

“GKI berdiri pada 26 Oktober 1956, di masa pekabaran Injil. Sejak itu, gereja hadir, bertumbuh, dan melayani masyarakat Papua jauh sebelum integrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami bukan penonton, kami bagian dari sejarah Papua,” ujarnya.

Mofu menyampaikan bahwa GKI menyesalkan keputusan MK yang menurutnya melanjutkan pola ketidakadilan sistemik. Ia menambahkan, gereja bersama masyarakat tidak akan diam terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat Papua.

“Ini bukan semata soal pemilu. Ini menyangkut keadilan sistemik yang terus berulang. Karena itu, kami menyatakan protes resmi yang akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia terpilih, Bapak Prabowo Subianto, juga kepada Dewan Gereja Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Sinode juga menolak stigma negatif yang kerap dilekatkan kepada orang Papua.

“Kami bukan kriminal, kami bukan primitif. Orang Papua tahu membedakan mana yang benar dan salah,” tandasnya.

Aksi damai yang berlangsung di halaman Kantor Sinode tersebut diakhiri dengan doa bersama dan ajakan Ketua Sinode agar jemaat tetap konsisten memperjuangkan kebenaran melalui cara-cara bermartabat.

“Selama ini GKI memilih diam, tetapi mulai hari ini kami tidak akan diam. Mari kita berjuang bersama untuk kebenaran dan keadilan di tanah leluhur. Kami yakin, kebenaran pada akhirnya akan menang,” pungkas Pdt. Mofu. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Menteri HAM Natalius Pigai Tiba di Nabire, Bahas Penguatan Perlindungan HAM

NABIRE, TOMEI.ID | Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (MenHAM) RI, Natalius Pigai, tiba di…

55 menit ago

Aksi KNPB dan Mahasiswa di Waena Ricuh, Massa Persoalkan Pembatasan Ruang Demokrasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aksi mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) bersama Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan…

22 jam ago

Satu Ruang, Banyak Harapan: KLDM Kigamani Dorong Budaya Literasi dari Kampung

DOGIYAI, TOMEI.ID | Di tengah keterbatasan akses pendidikan, Komunitas Literasi Dogiyai Maju (KLDM) Pos Kampung…

1 hari ago

Pemprov Papua Tengah Tutup Halaman Kantor Gubernur dan Runway Bandara Lama hingga 18 Agustus

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menutup sementara halaman Kantor Gubernur Papua Tengah…

1 hari ago

KNPB Meepago Keluarkan Himbauan Umum Jelang Aksi 15 Agustus di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Meepago mengeluarkan himbauan umum kepada masyarakat yang…

2 hari ago

GERMAS PMKRI Kecam Dugaan Penembakan Tiga Warga di Maybrat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Presidium Gerakan Mahasiswa (GERMAS) PMKRI Cabang Manokwari “St. Thomas Villanova”, Yufentus Temorubun,…

2 hari ago