Berita

SMPRPB Bakal Gelar Aksi di DPR Papua Barat, Tolak Pesparawi Nasional hingga PSN

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat Papua Barat (SMPRPB) berencana bakal menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor DPR Papua Barat pada Jumat (19/6/2026). 

Aksi tersebut akan mengusung sejumlah tuntutan, mulai dari penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN), program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga desakan pembatalan pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.

Aliansi mahasiswa dan pemuda itu menilai kondisi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan di Papua masih menghadapi berbagai persoalan mendasar yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, mereka mempertanyakan prioritas penyelenggaraan agenda-agenda berskala nasional di tengah situasi yang menurut mereka masih memerlukan penanganan lebih mendesak.

Berdasarkan seruan aksi yang beredar, massa dijadwalkan mulai bergerak sejak pukul 07.00 WIT. Konsentrasi massa akan dilakukan di empat titik, yakni Kampus UNIPA, Kelurahan Amban, Lampu Merah Makali, dan Lampu Merah Wosi, sebelum bergabung menuju Kantor DPR Papua Barat untuk menyampaikan aspirasi.

Dalam pamflet resmi yang diterbitkan panitia, sedikitnya terdapat lima tuntutan utama yang akan disuarakan. Selain menolak PSN dan program MBG, massa juga menegaskan sikap bahwa Papua bukan tanah kosong, menyoroti berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua, serta mendesak pembatalan pelaksanaan Pesparawi Nasional di Manokwari.

Koordinator Lapangan aksi, Nare, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk respons terhadap situasi yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat Papua.

“Papua situasi tidak baik-baik saja, tetapi pemerintah daerah negara selalu membukanya realita yang dihadapi oleh rakyat. Kami SMPRPB tidak akan diam untuk melihat situasi ini,” tegas Nare dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6).

Meski mengangkat isu-isu yang sensitif, penyelenggara menegaskan bahwa aksi akan dilaksanakan secara damai dan sesuai koridor hukum. Seluruh peserta juga diimbau menjaga ketertiban selama penyampaian pendapat di muka umum berlangsung.

SMPRPB menyatakan aksi tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada para wakil rakyat agar berbagai persoalan yang mereka soroti dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah maupun DPR Papua Barat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPR Papua Barat maupun pihak pemerintah terkait tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut.

Redaksi Tomei

Recent Posts

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

2 jam ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

3 jam ago

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

3 jam ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

4 jam ago

Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tutup Layanan Penyelesaian Adat di Jayanti

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tota Mapia, Fabianus Tebai, secara resmi menghentikan layanan…

8 jam ago

Kontrakan Mahasiswa Puncak Jaya di Bandung Belum Lunas, IPMAPUJA Desak Pemda Segera Menyelesaikan

BANDUNG, TOMEI.ID | Persoalan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Puncak Jaya di Kota Bandung, Jawa…

8 jam ago