Berita

Sorotan: Papua Tengah Genjot Pendataan OAP, Tekankan Implementasi Mandat Otsus yang Terlambat

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Papua Tengah mengambil langkah tegas untuk mempercepat pendataan Orang Asli Papua (OAP), sebuah amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai belum optimal pelaksanaannya sejak 2021.

Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Percepatan Pendataan dan Penginputan Database OAP se-Provinsi Papua Tengah Tahun 2025” di Nabire, Senin (8/12/2025).

Kepala Disdukcapil Papua Tengah, Albert Iyai, menyatakan keterlambatan ini harus segera diatasi.

“Aturan dan dasar hukum sudah jelas, tetapi pelaksanaan pendataan belum berjalan sebagaimana mestinya sejak Otsus diberlakukan pada tahun 2021,” ujar Albert Iyai.

Albert Iyai menekankan urgensi data valid mengenai jumlah OAP dan non-OAP sebagai rujukan utama dalam penyusunan kebijakan afirmatif dan program pembangunan yang memprioritaskan masyarakat asli Papua.

Untuk mencapai target tersebut, Disdukcapil akan menerapkan metode “jemput bola” ke kabupaten-kabupaten mulai tahun 2026. Selain mengandalkan data kependudukan formal, skema pendataan juga akan memanfaatkan jalur keagamaan (gereja dan masjid) untuk memastikan objektivitas dan percepatan proses.

Target penyelesaian pendataan komprehensif ditetapkan pada periode 2026–2027. Albert Iyai menegaskan bahwa data OAP dan non-OAP yang valid akan menjadi fondasi utama penyaluran bantuan pemerintah, dana Otsus, dan program afirmatif lainnya.

“Jika data valid sudah diperoleh, seluruh bantuan harus diarahkan secara tepat dan diprioritaskan bagi Orang Papua,” tegasnya.

Disdukcapil Papua Tengah kini berharap dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan pendataan OAP berjalan optimal, demi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua di wilayah tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

18 jam ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

18 jam ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

1 hari ago

Kurikulum Harus Berakar pada Kehidupan Anak, Bukan Sekadar Aturan dari Jauh

Oleh: Yudas Degei Pendidikan adalah hak setiap anak, di mana pun ia dilahirkan dan dalam…

2 hari ago

Waket II DPR Papua Tengah Soroti Pendidikan dan Pertanian Usai Peresmian PLTS di Puncak

PUNCAK, TOMEI.ID | Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus…

2 hari ago

PT Freeport Indonesia Bawa Talenta Musisi Papua ke Panggung Asian Games 2026

NAGOYA, TOMEI.ID | Musisi asal Papua, Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa…

2 hari ago