Berita

SRPBB: Seruan Aksi “Cabut PSN dan Tolak Militerisme

MANOKWARI, TOMEI.ID | Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak mengeluarkan seruan aksi bertajuk “Panggung Budaya dan Aksi Bisu Salib Merah: Papua Benteng Terakhir Iklim Dunia” yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 10.00 WIT di Manokwari.

Dalam seruan tersebut, panitia mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh, petani, nelayan, perempuan, pemuda, komunitas adat, serta organisasi masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam aksi solidaritas.

Aksi direncanakan dimulai dari Asrama Petromax (ASTRO) dan berlanjut menuju Sekretariat BEM Universitas Papua (UNIPA).

Panitia aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai berdampak pada ruang hidup masyarakat adat, penolakan terhadap pendekatan militeristik dalam penyelesaian persoalan sipil di Tanah Papua, serta dorongan perlindungan lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat adat.

Aksi tersebut juga mengangkat simbol Salib Merah sebagai lambang solidaritas, keberanian moral, dan penyampaian aspirasi secara damai.

Dalam seruannya, panitia menyebut Papua sebagai salah satu kawasan hutan tropis yang masih tersisa di dunia, namun saat ini menghadapi tekanan dari berbagai aktivitas pembangunan seperti industri ekstraktif, perkebunan, pertambangan, dan infrastruktur.

Selain itu, mereka juga menyoroti berbagai persoalan sosial di Papua serta menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan keadilan sosial, hak asasi manusia, serta perlindungan lingkungan hidup.

Panitia turut mengajak peserta Pesparawi dari 38 provinsi yang hadir di Papua Barat untuk melihat kondisi Papua secara lebih luas serta mendengarkan aspirasi masyarakat adat.

Seruan tersebut ditutup dengan ajakan kepada gereja, organisasi masyarakat sipil, komunitas pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan serta memperjuangkan keadilan sosial di Tanah Papua. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Tegaskan GKII dan Kingmi Jangan Terpecah Lagi, Ajak Warga Hentikan Perang

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengajak jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia…

9 jam ago

Dibangun Swadaya, Jembatan Kampung Tibai Kembali Putus; Warga Minta Pemerintah Bertindak

NABIRE, TOMEI.ID | Jembatan gantung Kali Degeuwo yang menjadi akses menuju Kampung Tibai, Distrik Siriwo,…

9 jam ago

36 Tim SMP Ikuti Kapolda Cup I 2026, Panitia Minta Pemerintah Perhatikan Fasilitas Olahraga

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 36 tim sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Nabire mengikuti Turnamen Mini…

10 jam ago

SIAP DPMPTSP Harus Pangkas Birokrasi dan Persempit Celah Pungli di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Staf Ahli III Gubernur Papua Tengah, Ukkas, menegaskan bahwa transformasi digital pelayanan…

10 jam ago

Kekeringan dan Asap Ganggu Warga, PMI Paniai Salurkan Air Bersih dan Masker Gratis

PANIAI, TOMEI.ID | Kekeringan serta kondisi udara yang dipenuhi asap dan debu menjadi perhatian Palang…

12 jam ago

Tumiran Soroti Ketergantungan Pangan Papua Tengah, Penyuluh Diminta Buktikan Hasil Kerja

NABIRE, TOMEI.ID |Ketergantungan Papua Tengah terhadap pasokan pangan dari luar daerah menjadi tantangan yang harus…

16 jam ago