Berita

Tanpa Fasilitas Lengkap, Tinamid Selegani Tuntaskan Skripsi Lewat HP

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ketika sebagian besar mahasiswa bergantung pada laptop, printer, dan koneksi internet stabil untuk menyusun tugas akhir, Tinamid Selegani, mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, membuktikan bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah jauh lebih penting daripada kelengkapan fasilitas.

Di tengah keterbatasan, ia berhasil menyelesaikan seluruh proses penyusunan skripsi hanya dengan bermodalkan telepon genggam.

Tinamid mengaku sempat memiliki laptop pribadi. Namun, kerusakan berulang membuatnya harus bolak-balik ke tempat servis. Hingga akhirnya, perangkat itu benar-benar mati total dan tidak bisa digunakan lagi. Situasi itu membuatnya hanya bisa terdiam, karena laptop tersebut adalah satu-satunya alat penting yang ia miliki untuk menyelesaikan kuliah.

“Dulu saya punya laptop, tapi sering rusak. Saya bawa ke servis berkali-kali, sampai akhirnya mati total. Saat itu saya cuma bisa diam, karena itu satu-satunya alat paling berharga yang saya punya,”ungkap Tinamid kepada redaksi tomei.id, Kamis, (31/8/2025).

Tak hanya kehilangan alat bantu belajar, Tinamid juga kehilangan tempat untuk mengadu. Kedua orang tuanya telah lama tiada, dan ia harus melanjutkan kuliah tanpa dukungan keluarga dekat.

“Saya pernah ingin mengeluh, ingin minta tolong, tapi saya sadar bahwa orang yang paling saya andalkan, yaitu ayah dan ibu saya, sudah tidak ada,” ujarnya lirih.

Dengan penuh tekad, Tinamid memutuskan untuk tetap melanjutkan penyusunan skripsinya hanya melalui layar kecil HP. Prosesnya jauh dari kata mudah. Ia harus mengetik dokumen panjang dengan jari yang lelah, membaca ulang kalimat di layar sempit, dan bersabar dengan sinyal internet yang tidak menentu.

“Satu huruf, satu kalimat, satu bab, semua saya kerjakan lewat layar HP. Bagi saya, ini bukan sekadar menyusun skripsi, ini adalah perjuangan hidup,” tuturnya.

Saat mahasiswa lain menyusun skripsi dengan laptop canggih dan jaringan Wi-Fi stabil, Tinamid tetap setia pada HP-nya yang sederhana. Tapi semangat dan niat yang tulus menjadi bekalnya yang paling kuat.

“Proposal dan skripsi saya mungkin tak mewah tampilannya, tapi setiap paragraf menyimpan peluh dan air mata. Semua dari HP, semua dari hati,” kata Tinamid.

Setelah melalui proses panjang, skripsinya akhirnya rampung. Ia berhasil mempertahankan karya ilmiahnya dan dinyatakan lulus dengan penuh kebanggaan. Dalam syukurnya, Tinamid menyampaikan terima kasih kepada Tuhan serta sang adik, Ferdinan Slgn, yang selalu mendampinginya dengan doa dan semangat.

“Terima kasih Tuhan, dan terima kasih juga untuk adikku tercinta, Ferdinan Slgn. Tanpa kalian, saya tidak akan sampai di titik ini.

Kisah Tinamid Selegani adalah potret nyata ketekunan di tengah keterbatasan. Bahwa dari layar kecil HP sekalipun, bisa lahir sebuah karya besar, selama ada harapan, semangat, dan hati yang tidak menyerah. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Duduk Perkara Saling Bantah APBD Papua Pegunungan: DPRP Bantah Klaim Pemprov, Audit BPK Terhadap Tiga Instansi Didesak

WAMENA, TOMEI.ID | Polemik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Pegunungan memanas. DPR…

3 jam ago

Bupati Pegunungan Bintang Tegaskan Dukungan Penuh HIPMI, Sepei Kalakmabin Resmi Nahkodai BPC

JAYAPURA, TOMEI.ID | Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten setempat…

3 jam ago

Deinas Geley Sambut Wakil Menteri Bappenas, Bahas Sinkronisasi Arah Pembangunan Tanah Papua Tengah

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, menyambut kedatangan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan…

6 jam ago

MRP Papua Tengah Usulkan Penguatan Kewenangan dan Pengawasan Dana Otsus dalam Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004

TIMIKA, TOMEI.ID | Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah mengusulkan penguatan kewenangan, kelembagaan, keuangan, dan…

6 jam ago

Gubernur Meki Wajibkan ASN Papua Tengah Patuhi Kode Etik, SKP Melalui E-Kinerja Jadi Keharusan

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di…

6 jam ago

FPT2 Imbau Warga Papua Tengah Waspada ISPA dan Polusi Udara Selama Musim Kemarau

NABIRE, TOMEI.ID | Forum Papua Tengah Terang (FPT2) melalui Ketua Bidang Departemen Kesehatan, Marselus Magai,…

7 jam ago