Berita

Terima 16 Mahasiswa Baru, Korwil Yahukimo Manokwari Tekankan Kepemimpinan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Yahukimo, Kota Studi Manokwari, menerima 16 mahasiswa baru sebagai anggota organisasi sekaligus membekali mereka dengan kepemimpinan, etika berorganisasi, kemampuan beradaptasi, dan solidaritas selama menjalani pendidikan di Kota Studi Manokwari, Papua Barat.

Kegiatan penerimaan dan pembekalan tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (11–12/9/2026), di tempat tinggal sementara mahasiswa Yahukimo di Manokwari, dengan melibatkan mahasiswa senior sebagai bagian dari proses pembinaan dan pengenalan kehidupan organisasi.

Pembina Organisasi Korwil Yahukimo, Neles Kabak, menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Neles mendorong mahasiswa baru menjadikan organisasi sebagai ruang belajar untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar pada masa depan.

“Kalian harus memulai dari yang kecil seperti organisasi nonformal ini. Pemimpin harus orang terdidik, jangan banyak bermain,” ujar Neles Kabak.

Menurut Neles, kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada aktivitas akademik, tetapi juga membutuhkan pengalaman berorganisasi sebagai bagian dari proses membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian mengambil keputusan.

Ia menilai, mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki ruang lebih luas untuk belajar mengelola perbedaan, bekerja sama, serta memahami tanggung jawab terhadap sesama anggota dan lingkungan sosial di tempat mereka menempuh pendidikan.

Kegiatan tersebut diikuti 16 mahasiswa baru yang terdiri atas putra dan putri serta mahasiswa senior Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Studi Manokwari, Papua Barat.

Penerimaan anggota tidak hanya diarahkan sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses awal untuk memperkenalkan mahasiswa baru terhadap sistem organisasi, nilai kebersamaan, tanggung jawab anggota, serta hubungan Korwil dengan organisasi induk IMPT.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan sejumlah materi pembekalan, antara lain kilas balik organisasi Korwil Yahukimo, etika komunikasi, manajemen waktu, generasi yang berdampak, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, serta pengenalan FIM WP.

Materi tersebut diberikan untuk membantu mahasiswa baru memahami tantangan kehidupan sebagai mahasiswa di daerah studi sekaligus membangun kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam kehidupan akademik dan organisasi.

Setelah seluruh rangkaian pembekalan, proses pengesahan anggota dilakukan Badan Pengurus Korwil Yahukimo, Ima Siep, yang ditandai dengan pelepasan tanda pengenal atau name tag kepada mahasiswa baru.

Ima menegaskan, penerimaan tersebut menjadi tanda bahwa 16 mahasiswa baru telah diterima secara resmi sebagai bagian dari organisasi Korwil Yahukimo. Ia juga mengingatkan anggota baru agar menjaga kekompakan serta membangun hubungan yang baik dengan mahasiswa senior.

“Kami menerima dengan sah sebagai anggota sah dalam organisasi kami,” tegas Ima Siep.

Menurut Ima, status sebagai anggota organisasi harus diikuti dengan tanggung jawab untuk menjaga nama baik Korwil Yahukimo, mengikuti kegiatan organisasi, serta membangun komunikasi yang sehat antara mahasiswa baru dan anggota yang lebih senior.

Sementara itu, Dewan Penasehat Organisasi, Roi Ulunggi, menekankan pentingnya seluruh anggota Korwil Yahukimo tetap menghargai dan mendukung organisasi induk, yakni Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT).

Roi menjelaskan, proses penerimaan anggota di tingkat Korwil dilakukan lebih awal sebelum mahasiswa baru mengikuti pengenalan di organisasi induk.

Menurutnya, kondisi tempat tinggal mahasiswa Yahukimo yang masih bersifat sementara menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pembinaan organisasi di tingkat Korwil.

“Kapan-kapan pemilik kontrakan bisa mengeluarkan kami, dengan pertimbangan seperti demikian,” jelas Roi Ulunggi.

Ia menegaskan, keberadaan Korwil tidak boleh berjalan sendiri dan harus tetap berada dalam koordinasi serta garis organisasi IMPT sebagai wadah mahasiswa Pegunungan Tengah di Kota Studi Manokwari.

“Karena manusia sejati sebenarnya ada di IMPT,” tambahnya.

Penguatan hubungan antara Korwil dan IMPT dinilai penting untuk menjaga komunikasi serta solidaritas mahasiswa dari berbagai kabupaten Pegunungan Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Manokwari. Dalam struktur IMPT Manokwari, keberadaan Korwil menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi antarwilayah.

Sebelumnya, IMPT Manokwari juga menegaskan perannya sebagai wadah pemersatu mahasiswa asal wilayah Pegunungan Tengah yang menempuh pendidikan di Manokwari, sekaligus menjadi ruang pembelajaran intelektual dan kepemimpinan bagi mahasiswa.

Karena itu, penerimaan 16 mahasiswa baru Korwil Yahukimo diharapkan tidak berhenti pada pengesahan keanggotaan, tetapi menjadi tahap awal pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan solidaritas mahasiswa selama menjalani pendidikan di Kota Studi Manokwari.

Melalui proses pembinaan yang berkelanjutan, mahasiswa baru diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik dan sosial, aktif dalam organisasi, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi bagi Yahukimo, Pegunungan Tengah, dan Papua pada masa mendatang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SMI-KP Soroti Situasi Paniai, Warga Disebut Tinggalkan Kampung hingga Mengungsi ke Enarotali

PANIAI, TOMEI.ID | Kekhawatiran atas situasi keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Paniai, Papua Tengah, mendorong…

4 menit ago

UNIPA Satukan Perspektif Demokrasi dan Lingkungan dalam Kuliah Umum Kehutanan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) mengangkat keterkaitan antara data kepemiluan, demokrasi, serta…

8 jam ago

42 Ton Beras untuk Lanny Jaya, Pemprov Papua Pegunungan Tekankan Distribusi hingga Tujuh Distrik

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi(Pemprov) Papua Pegunungan menyalurkan 42 ton beras bantuan bagi masyarakat Kabupaten…

9 jam ago

Mahasiswa UNIPA Belum Terdata sebagai Pemilih, KPU Papua Barat Perkuat Edukasi Demokrasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Masih adanya mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) yang belum terdata sebagai pemilih menjadi…

9 jam ago

Mesak Magai Soroti Ketimpangan Guru di Nabire, Pejabat yang Hambat Pemerataan Terancam Dicopot

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik antara sekolah di…

19 jam ago

Bupati Mesak Magai Ancam Pindahkan Direktur RSUD Nabire ke Yaro Jika Lindungi Pegawai yang Live TikTok

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, melontarkan peringatan keras terkait kedisiplinan pegawai Rumah Sakit…

19 jam ago