Berita

Tim 11 Ekspedisi Patriot Unair Gandeng DLH Manokwari, Dorong Warga Aurmios Kelola Limbah Rumah Tangga

MANOKWARI, TOMEI.ID | Tim 11 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga Tahun 2026 menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga di Kampung Aurmios, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (6/11/2026).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui edukasi dan pelatihan Instalasi Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga (IPLCRT) sederhana sebagai langkah mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Yohanes Ada Lebang dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan limbah cair rumah tangga. Materi yang diberikan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengolah limbah sebelum dibuang ke lingkungan serta membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan permukiman.

Pengelolaan limbah rumah tangga menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Air bekas aktivitas domestik yang dibuang secara langsung tanpa melalui proses pengolahan berpotensi menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, genangan, serta menurunkan kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat.

Melalui pelatihan IPLCRT sederhana, masyarakat diperkenalkan pada metode pengolahan air limbah rumah tangga sebelum dialirkan kembali ke lingkungan. Penerapan instalasi tersebut diharapkan menjadi alternatif pengelolaan limbah domestik yang dapat disesuaikan dengan kondisi permukiman, ketersediaan lahan, dan kemampuan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program LENTERA (Lingkungan Bersih, Desa Sehat, dan Sejahtera) yang dilaksanakan Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Tahun 2026 di kawasan transmigrasi Prafi. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan penerapan pola hidup sehat.

Selain pengolahan limbah cair, Program LENTERA mencakup edukasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pembuatan lubang biopori. Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sanitasi, mengurangi potensi genangan air, dan membangun kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal.

Pada sektor pemanfaatan pekarangan, masyarakat juga diperkenalkan dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan sistem hidroponik. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong keluarga memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus menyediakan tanaman yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pengelolaan sampah menjadi bagian lain dari program melalui edukasi pemilahan sampah dan pembuatan kompos. Masyarakat didorong membedakan sampah organik dan anorganik agar sampah yang masih memiliki nilai manfaat dapat diolah kembali, sedangkan sampah lainnya ditangani sesuai jenis dan karakteristiknya.

Program LENTERA dilaksanakan di wilayah Distrik Masni dan Distrik Wasirawi, Kabupaten Manokwari. Sejumlah sasaran yang ingin dicapai meliputi peningkatan kualitas sanitasi, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta pengelolaan sampah secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Rangkaian penyuluhan dan pelatihan IPLCRT sederhana dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga November 2026 di kawasan transmigrasi Prafi. Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan yang dimulai dari tingkat rumah tangga.

Kolaborasi antara Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan maupun pelatihan. Pendampingan dan penerapan pengetahuan secara konsisten di tingkat keluarga menjadi faktor penting untuk memastikan program memberikan manfaat nyata dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Pengelolaan limbah rumah tangga, pemilahan sampah, pemeliharaan sanitasi, serta kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan bersama demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Henes Sondegau Apresiasi KLB PSSI, Berharap Bersatu Bangkitkan Sepak Bola Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerhati sepak bola Papua sekaligus CEO Badai Cartenz, Henes Sondegau, mengapresiasi pelaksanaan…

2 jam ago

Pemprov Papua Tengah Latih Petani Puncak Jaya, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperkuat langkah pengembangan kopi lokal dengan…

3 jam ago

Mahasiswa Paniai di Kota Studi Bogor Nyatakan Sikap Soal Situasi Keamanan di Paniai

PANIAI, TOMEI.ID | Situasi keamanan masyarakat sipil kembali menjadi perhatian serius dan memicu kekhawatiran berbagai…

3 jam ago

Empat Tahun Empat Bulan Dibangun, Jemaat Sion 1 Kogopugaida Resmikan Rumah Pastori

AGADIDE, TOMEI.ID | Perjalanan panjang pembangunan yang dilandasi semangat kebersamaan, ketekunan, dan pengorbanan jemaat akhirnya…

3 jam ago

Laporan BOSDA 2025 SMK Petra Nabire Belum Diberikan, PKN RI Minta Kepala Sekolah Klarifikasi

NABIRE, TOMEI.ID | Belum diserahkannya laporan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Tahun Anggaran…

5 jam ago

KOMPASS Desak Kementerian HAM RI Perhatikan Ketimpangan Pendidikan Papua, Anderian Kamo: Pendidikan adalah Hak

JAKARTA, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak Kementerian Hak…

5 jam ago