Berita

TPNPB Bantah Terlibat Penembakan ASN di Yahukimo, Tuduh Aparat Sengaja Ciptakan Konflik Horizontal

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui siaran pers resmi, Kamis (23/4/2026), membantah keterlibatan pihaknya dalam insiden penembakan yang menewaskan seorang aparatur sipil negara (ASN), Yones Yohame, di Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada 21 April 2026.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan laporan dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, menegaskan bahwa penembakan tersebut bukan dilakukan oleh pasukan TPNPB, melainkan oleh aparat TNI-POLRI.

Menurut TPNPB, seluruh pasukan di wilayah Yahukimo telah melakukan koordinasi internal dan memastikan tidak ada keterlibatan dalam insiden tersebut. Mereka juga menolak tudingan dari sejumlah pihak, termasuk aparat intelijen, yang menyebut TPNPB sebagai pelaku.

“Jika ada bukti keterlibatan kami, silakan ditunjukkan secara terbuka kepada publik,” demikian pernyataan dalam siaran pers tersebut.

TPNPB juga mengaitkan peristiwa ini dengan sejumlah kasus sebelumnya, termasuk kematian Thobias Silak dan Naro Dapla pada 2025, memiliki pola serupa. Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut kematian Yones Yohame menjadi tanggung jawab pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Selain itu, TPNPB mengimbau keluarga korban, pihak gereja, dan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang beredar yang menyudutkan kelompok TPNPB. Mereka juga memperingatkan masyarakat Papua yang terlibat sebagai bantuan polisi (Banpol) untuk menghentikan aktivitasnya.

Lebih jauh, TPNPB menilai tuduhan tersebut merupakan bagian dari upaya aparat TNI-POLRI untuk menciptakan konflik horizontal di Papua. Mereka menyebut adanya strategi untuk mengadu domba masyarakat Papua melalui isu keamanan, politik, dan sosial.

“Rakyat Papua harus waspada terhadap upaya yang dapat memecah belah persatuan,” tegas pernyataan tersebut.

TPNPB juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua, dari Sorong hingga Merauke, untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dinilai dapat memperkeruh situasi.

Siaran pers ini ditandatangani oleh jajaran pimpinan TPNPB-OPM, termasuk Panglima Tinggi Goliath Tabuni, Wakil Panglima Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait tuduhan tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Rabu Depan, MUSORMA V IMPPETANG Resmi Digelar di Jayapura, Konsolidasi Mahasiswa Pegunungan Bintang Dimulai

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa/Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Se-Indonesia resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Organisasi Mahasiswa…

1 jam ago

Warga Kiworo Laporkan Dugaan Penyerangan dan Pembakaran ke Polres Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kepala Kampung Kiworo bersama perwakilan pemuda dan intelektual Kampung Kiworo, Distrik Kimaam,…

2 jam ago

Satpol PP Dogiyai Targetkan Layanan 24 Jam Mulai September, Damkar dan SDM Segera Dibentuk

DOGIYAI, TOMEI.ID | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dogiyai menargetkan penerapan layanan 24…

2 jam ago

HUT Ke-4 Papua Tengah Berakhir, Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Evaluasi Kinerja dan Luncurkan Program BANGKIT

NABIRE, TOMEI.ID | Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah resmi ditutup…

3 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Tegaskan Gedung Baru Harus Jadi Pusat Inovasi Petani dan Peternak Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meresmikan Gedung Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi…

4 jam ago

Mahasiswa Tolikara di Manokwari Desak Realisasi Asrama, Pemkab Janji Tuntaskan Kontrakan dan Evaluasi SIMARA

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Kabupaten Tolikara yang tergabung dalam Koordinator Wilayah (Korwil) Manokwari menyampaikan apresiasi…

2 hari ago