TPNPB Klaim Anggotanya Tewas dalam Kontak Bersenjata di Omukia, Situasi Puncak Kembali Memanas

oleh -1080 Dilihat

ILAGA, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim salah satu anggotanya, Neymar Murib, meninggal dunia dalam kontak bersenjata yang terjadi di wilayah Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Informasi tersebut disampaikan melalui Siaran Pers II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Kamis (7/5/2026) yang diterima media dan disampaikan oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

banner 728x90

Dalam keterangannya, TPNPB menyebut Neymar Murib merupakan anggota aktif Kodap III Ilaga yang disebut gugur pada 6 Mei 2026 saat terjadi kontak senjata di wilayah Omukia, Kabupaten Puncak.

Kelompok tersebut mengklaim korban terkena serangan dalam operasi militer yang disebut melibatkan pergerakan udara dan darat di kawasan tersebut.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB OPM dari Puncak Ilaga bahwa Neymar Murib pasukan aktif di Kodap III Ilaga telah gugur pada 6 Mei 2026 di Omukia dan telah dimakamkan secara kemiliteran,” demikian isi pernyataan resmi TPNPB.

TPNPB kemudian mengumumkan duka nasional internal kepada seluruh jaringan dan pasukannya yang berada di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) di berbagai wilayah Tanah Papua atas meninggalnya anggota tersebut.

Dalam siaran pers itu, pimpinan TPNPB juga mengimbau seluruh anggotanya agar tetap bertahan dalam perjuangan politik dan bersenjata yang mereka jalankan di wilayah Papua.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Namun demikian, seluruh informasi tersebut merupakan klaim sepihak dari TPNPB sebagaimana disampaikan oleh Sebby Sambom dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak berwenang.

Wilayah Omukia dalam beberapa waktu terakhir disebut menjadi salah satu titik yang rawan terjadi gangguan keamanan dan kontak bersenjata antara kelompok TPNPB dan aparat keamanan Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait insiden baku tembak yang dilaporkan tersebut. Tomei.id akan terus memperbarui informasi ini secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.