Berita

TPNPB Klaim Enam Pengungsi Sipil Ditahan TNI di Maybrat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim enam warga sipil pengungsi dari Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, ditangkap aparat TNI setelah kembali ke kampung halaman mereka pasca-kontak senjata yang terjadi pada 2 Juni 2026.

Klaim tersebut disampaikan dalam Siaran Pers II Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) TPNPB yang diterima pada Jumat (12/6/2026).

Menurut juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, penangkapan terjadi setelah sejumlah warga yang sebelumnya mengungsi akibat kontak senjata antara aparat TNI dan pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya berupaya kembali ke Kampung Ainesra, Distrik Aifat Timur Jauh.

TPNPB menyebut enam warga yang diklaim masih ditahan di markas TNI masing-masing bernama Ferdinad Sasior, Yakobus Sasior, Herman Sakof, Tadius Sakof, Yohanis Sakof, dan Alowsius Frabuku.

Dalam pernyataannya, TPNPB menuduh keenam warga tersebut sedang menjalani interogasi dan diduga mengalami penyiksaan. Namun, mereka mengaku belum dapat memastikan kondisi maupun keberadaan para warga karena, menurut mereka, akses untuk menemui para tahanan tidak diberikan.

Atas dasar itu, TPNPB meminta Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta jajaran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III segera membebaskan keenam warga yang disebut sebagai pengungsi sipil.

Selain itu, TPNPB juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menghormati hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia dalam penanganan konflik bersenjata di Papua, khususnya terhadap warga sipil dan pengungsi yang terdampak konflik.

Dalam siaran pers yang sama, TPNPB turut meminta keterlibatan lembaga kemanusiaan internasional, termasuk Palang Merah Internasional dan badan-badan HAM internasional, untuk memberikan perhatian terhadap kondisi pengungsi internal di Papua.

Mereka mengklaim jumlah warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata di berbagai wilayah Papua telah mencapai lebih dari 122 ribu orang dan membutuhkan bantuan pangan, layanan kesehatan, serta perlindungan kemanusiaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI, Polri, maupun pemerintah terkait mengenai klaim penangkapan enam warga sipil tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pelajar dan Mahasiswa Desak Pemprov Papua Tengah Bangun Perpustakaan Umum dan Asrama

NABIRE, TOMEI.ID | Pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Nabire mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah…

2 jam ago

SMI-KP Soroti Situasi Paniai, Warga Disebut Tinggalkan Kampung hingga Mengungsi ke Enarotali

PANIAI, TOMEI.ID | Kekhawatiran atas situasi keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Paniai, Papua Tengah, mendorong…

6 jam ago

UNIPA Satukan Perspektif Demokrasi dan Lingkungan dalam Kuliah Umum Kehutanan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) mengangkat keterkaitan antara data kepemiluan, demokrasi, serta…

14 jam ago

42 Ton Beras untuk Lanny Jaya, Pemprov Papua Pegunungan Tekankan Distribusi hingga Tujuh Distrik

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi(Pemprov) Papua Pegunungan menyalurkan 42 ton beras bantuan bagi masyarakat Kabupaten…

14 jam ago

Mahasiswa UNIPA Belum Terdata sebagai Pemilih, KPU Papua Barat Perkuat Edukasi Demokrasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Masih adanya mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) yang belum terdata sebagai pemilih menjadi…

14 jam ago

Mesak Magai Soroti Ketimpangan Guru di Nabire, Pejabat yang Hambat Pemerataan Terancam Dicopot

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik antara sekolah di…

1 hari ago