Berita

TPNPB Klaim Operasi di Yahukimo, Sebut 8 Warga Ditangkap dan Ternak Tertembak

DEKAI, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim operasi aparat TNI-Polri di Kompleks Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada 11–12 Agustus 2026 mengakibatkan delapan warga sipil ditangkap dan seekor babi milik warga tertembak hingga mati.

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterima Kamis (13/8/2026).

Menurut laporan TPNPB, operasi berlangsung sekitar pukul 04.00 WIT ketika warga sedang tidur. Mereka juga menyebut suara tembakan terdengar selama operasi berlangsung.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari pusat Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo bahwa operasi militer Indonesia di Kompleks Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua sejak 11-12 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 subuh telah mengakibatkan terjadi penangkapan terhadap 8 orang warga sipil serta terjadinya penembakan terhadap satu ternak babi hingga mati akibat terkena peluru,” demikian pernyataan tersebut.

TPNPB mengklaim operasi itu dilakukan aparat dari satuan Marinir yang berada di sekitar Sungai Braza.

Menurut mereka, kawasan tersebut menjadi jalur pergerakan logistik dan pasukan menuju Kota Dekai.

“PIS TPNPB juga melaporkan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh aparat militer Indonesia dari satuan marinir yang sedang berada di pinggiran Sungai Braza,” demikian keterangan dalam siaran pers.

Atas laporan tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak aparat menghentikan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil serta penembakan terhadap ternak masyarakat.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada aparat militer Indonesia untuk hentikan melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil serta penembakan terhadap ternak milik masyarakat dan pembunuhan terhadap warga sipil segera dihentikan,” demikian pernyataan tersebut.

TPNPB juga meminta aparat mematuhi hukum humaniter internasional dan prinsip perlindungan HAM dalam setiap operasi keamanan di wilayah Papua.

“Dan juga meminta kepada aparat militer Indonesia untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan HAM selama melakukan operasi dan perang melawan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua,” tulis Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga menyampaikan tantangan terbuka kepada aparat terkait konflik bersenjata dengan kelompok tersebut.

“Jika mau perang melawan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo maka silahkan datang langsung ke Markas TPNPB di Jalan Gunung pusat Kota Dekai,” demikian pernyataan tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Intelektual Dogiyai Minta Polres Kedepankan Prosedur dan Pendekatan Humanis dalam Sweeping di Mauwa

DOGIYAI, TOMEI.ID | Intelektual Dogiyai, Fransiskus Yobee, meminta Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai mengedepankan prosedur hukum,…

11 jam ago

Puskesmas Warmare Capai Imunisasi 95 Persen, Edukasi Bahasa Daerah Sasar Warga di Tengah KLB Campak

MANOKWARI, TOMEI.ID | Puskesmas Warmare mengintensifkan pelayanan imunisasi campak-rubela di tengah upaya penanggulangan kejadian luar…

11 jam ago

Libatkan 1.200 Pemuda, Baptis Cup 2026 Jadi Ajang Persatuan Lintas Gereja di Papua Pegunungan

WAMENA, TOMEI.ID | Sebanyak 1.200 pemuda terlibat dalam Turnamen Sepak Bola Pemuda Baptis Cup 2026…

11 jam ago

Fredi Bunai Dorong Barista Muda Angkat Kopi Lokal Papua Tengah ke Pasar Dunia

NABIRE, TOMEI.ID | Pelatihan barista bagi Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Tengah diharapkan…

19 jam ago

Papua Tengah Catat Kesenjangan 30.941 Peserta Jaminan Sosial, 74 OAP Disiapkan Ikuti Pelatihan Kerja

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan meningkatkan…

20 jam ago

Meki Nawipa: Pendataan Akurat Jadi Kunci Tekan Pengangguran OAP di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya pendataan yang akurat untuk mengidentifikasi…

20 jam ago