TPNPB Klaim Tembak Dua Prajurit dalam Kontak Senjata di Maybrat, Operasi Keamanan Disebut Meningkat

oleh -1190 Dilihat

MAYBRAT, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap IV Sorong Raya mengklaim telah menembak dua personel militer Indonesia dalam kontak senjata yang terjadi di wilayah Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (2/6/2026).

Klaim tersebut disampaikan melalui laporan lapangan yang diterima Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB dan dipublikasikan dalam siaran pers resmi pada Kamis (4/6/2026).

banner 728x90

Komandan Kowip I Rutis TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Barnabas Muk, mengatakan kontak senjata terjadi sekitar pukul 12.00 WIT di ruas jalan sekitar empat kilometer dari Kampung Framniawai menuju Distrik Aifat Timur Jauh.

Menurut Barnabas, pasukan TPNPB melakukan penyerangan terhadap rombongan militer Indonesia yang menggunakan sejumlah kendaraan truk di wilayah tersebut. Dalam peristiwa itu, TPNPB mengklaim dua personel militer Indonesia tewas akibat tembakan pasukan mereka.

“Kami melakukan penyerangan terhadap pasukan militer Indonesia yang bergerak menuju wilayah operasi dan terjadi baku tembak hingga sore hari,” ujar Barnabas Muk dalam laporan resmi yang diterima Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, Jumat (5/6/2026).

TPNPB menyebut kontak senjata berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIT. Kelompok tersebut juga mengklaim setelah insiden itu terjadi peningkatan aktivitas aparat keamanan di sejumlah kampung sekitar Distrik Aifat Timur Jauh.

Dalam laporan yang sama, Barnabas Muk menyebut operasi tersebut melibatkan sejumlah satuan di bawah Kodap IV Sorong Raya, termasuk pasukan yang dipimpin Komandan Operasi Kodap IV Sorong Raya Mayor Manfred Fatem dan sejumlah komandan batalyon lainnya.

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, mengatakan laporan tersebut telah diterima secara resmi dari pasukan di lapangan. Ia menyebut situasi keamanan di wilayah Maybrat masih menjadi perhatian kelompoknya karena adanya peningkatan kehadiran aparat keamanan di sejumlah titik.

“Laporan resmi dari pasukan kami menyebut terjadi kontak senjata di wilayah Maybrat dan situasi operasi keamanan masih berlangsung di daerah tersebut,” ujar Sebby Sambom.

Selain menyampaikan klaim mengenai kontak senjata, TPNPB juga kembali menegaskan sikap politik organisasinya terkait konflik Papua dan menyerukan dukungan terhadap perjuangan yang mereka jalankan.

Meski demikian, informasi mengenai jumlah korban maupun kronologi peristiwa yang disampaikan TPNPB belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi dari TNI mengenai klaim penembakan dua personel militer maupun situasi keamanan terkini di wilayah Maybrat.

Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom serta jajaran pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait klaim
Klaim Tembak Dua Prajurit dalam Kontak Senjata di Maybrat. Tomei.id akan terus berupaya menyajikan perkembangan informasi terbaru secara independen, lengkap, dan berimbang. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.