Berita

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan Prada Yahya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengeluarkan siaran pers yang menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas penembakan terhadap tiga personel militer Indonesia, termasuk Prada Yahya yang dilaporkan tewas, di Kabupaten Intan Jaya.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, disebutkan bahwa laporan resmi diterima dari Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Brigjen Undius Kogoya, pada Sabtu (9/8/2025) dari wilayah Sugapa.

Penembakan tersebut, menurut laporan, terjadi sehari sebelumnya, Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 10.21 WIT di Kampung Wagobapone, Distrik Sugapa. Aksi itu dipimpin oleh Wakil Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Kolonel Apeni Kobogau.

TPNPB mengklaim bahwa dalam insiden tersebut, satu anggota TNI, Prada Yahya, meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka. Brigjen Undius Kogoya dan Kolonel Apeni Kobogau menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas penyerangan itu.

Melalui siaran persnya, TPNPB juga menyampaikan seruan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk menghentikan operasi penembakan dan penangkapan terhadap warga sipil di Intan Jaya. Pihak TPNPB menegaskan siap menghadapi pasukan TNI di medan perang jika ada serangan balasan.

Selain itu, TPNPB menyatakan bahwa pasukan di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) di seluruh Papua siap melancarkan perlawanan hingga pemerintah Indonesia mengakui kemerdekaan Papua. Mereka menilai pengerahan ribuan personel militer ke Papua sebagai kebijakan yang hanya menambah korban jiwa di pihak TNI.

Siaran pers ini ditandatangani oleh Jenderal Goliat Tabuni (Panglima Tinggi TPNPB-OPM), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayjen Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayjen Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Informasi ini diterima redaksi tomei.id pada Sabtu malam (9/8/2025). Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait klaim penembakan tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

2 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

2 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

6 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

6 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

6 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

6 jam ago