Berita

TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Bertanggung Jawab atas Pembakaran SD YPK Metanoia di Dekai

DEKAI, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran gedung Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Kristen (SD YPK) Metanoia yang berlokasi di Distrik Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Rabu malam, 7 Januari 2026, di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Klaim tersebut disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, yang menyatakan bahwa Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigadir Jenderal Elkius Kobak, bersama wakilnya Mayor Kopitua Heluka.

“Panglima Kodap XVI Yahukimo melaporkan bahwa pasukan TPNPB bertanggung jawab penuh atas pembakaran gedung sekolah tersebut,” kata Sebby Sambom dalam siaran pers tertulis yang diterima tomei.id, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Sambom, pembakaran dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang terdiri dari unsur Batalyon HSSBI, Kompi Busah, serta pasukan dari wilayah Wehube dan Sebemuk. Ia menyebutkan, aksi tersebut dilakukan atas perintah Komandan Batalyon HSSBI Mayor Enos M. Yoal dan Komandan Operasi Kompi Busah Maleoh Bahapol, dengan Ioll Kobak sebagai komandan lapangan.

“Pasukan turun ke lapangan dan membakar seluruh bangunan sekolah hingga habis, menurut laporan internal TPNPB yang diterima markas pusat,” ujarnya.

Sebby Sambom juga menyampaikan pernyataan TPNPB yang meminta aparat keamanan Indonesia tidak melakukan penangkapan maupun penembakan terhadap warga sipil pascakejadian tersebut.

“Jika aparat militer Indonesia ingin mengejar kami, silakan datang ke markas TPNPB. Kami siap,” kata Sambom, mengutip pernyataan dalam siaran pers tersebut.

Lebih lanjut, Sambom menjelaskan bahwa sebelum pembakaran terjadi, pasukan TPNPB terlebih dahulu menggelar prosesi pemakaman secara militer terhadap seorang anggota TPNPB bernama Jendelas Bahapol. Setelah prosesi tersebut, kata dia, operasi dilakukan atas perintah Panglima Kodap XVI Yahukimo.

Namun, Sambom mengklaim bahwa dalam operasi tersebut pasukan TPNPB tidak menemukan keberadaan aparat militer Indonesia. Ia menyebutkan, gedung SD YPK Metanoia dibakar karena dinilai pernah digunakan sebagai tempat singgah aparat keamanan.

“Pasukan turun ke lapangan dan membakar seluruh bangunan sekolah hingga habis, menurut laporan internal TPNPB yang diterima dan diverifikasi markas pusat,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, maupun pihak Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) terkait klaim pembakaran gedung sekolah tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Lomba Tari Yosim Pancar Perebutkan Hadiah Rp130 Juta, Meriahkan HUT Ke-4 Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Lomba Tari Yosim Pancar (Yospan) sebagai…

1 jam ago

MTQ I Papua Tengah Resmi Dibuka, Pemprov Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qur’ani dan Perkuat SDM

TIMIKA, TOMEI.ID | Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) I Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi dibuka di…

1 jam ago

Mahasiswa Lanny Jaya Diusir dari Kontrakan, Tunggakan Rp90 Juta Belum Dilunasi Pemkab

MANOKWARI, TOMEI.ID | Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Lanny Jaya yang menempuh pendidikan di Kota Studi…

9 jam ago

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Tindak Lanjut Seluruh Rekomendasi DPR atas LKPJ Kepala Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memastikan seluruh rekomendasi dan catatan strategis DPR…

10 jam ago

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Adminduk Jadi Fondasi Pelayanan Publik, Aparat Kampung Diperkuat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola administrasi kependudukan (Adminduk) hingga…

10 jam ago

Pemprov Papua Tengah Gelar Ibadah Oikumene ASN dan Non-ASN, Perkuat Pelayanan Berbasis Iman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua…

2 hari ago