Berita

TPNPB Laporkan Kontak Senjata di Intan Jaya dan Peringatkan Serangan Udara di Kiwirok

JAYAPURA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) melaporkan telah terjadi kontak senjata antara pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan aparat militer Indonesia di wilayah Kamage, Kabupaten Intan Jaya, pada Minggu (26/10/2025).

Dalam laporan resmi yang diterima markas pusat, Kolonel Apeni Kobogau, komandan pasukan Kodap VIII Intan Jaya, menyatakan bahwa pihaknya berada dalam keadaan aman dan belum diketahui jumlah korban jiwa dari pihak aparat Indonesia.

Kolonel Apeni Kobogau juga menyampaikan peringatan kepada aparat militer agar tidak menduduki permukiman warga sipil di seluruh wilayah Intan Jaya. Ia menegaskan, apabila pendudukan tetap dilakukan, pasukan TPNPB siap menduduki pusat kota Sugapa. Selain itu, ia juga menyoroti kegiatan pembangunan jalan trans yang dinilainya digunakan untuk mobilisasi militer.

Dalam pernyataannya, Apeni Kobogau turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Brigjen Undius Kogoya dan Brigjen Lamek Taplo, yang menurutnya gugur akibat ledakan bom militer Indonesia di Kiwirok.

Sementara itu, TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel melaporkan kepada Markas Pusat bahwa situasi di Kiwirok memburuk akibat serangan udara yang disebut terus dilakukan oleh aparat militer Indonesia sejak September 2025. Mereka menilai serangan udara dan penembakan dari pesawat serta helikopter telah menyebabkan banyak korban sipil dan gelombang pengungsian ke hutan-hutan sekitar.

“Serangan bom dari udara telah menimpa sejumlah wilayah pengungsian. Kami meminta Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI untuk segera menghentikan operasi udara di Kiwirok,” demikian disampaikan dalam laporan Kodap XV Ngalum Kupel yang diterima tim redaksi tomei.id.

Pasukan TPNPB juga menyerukan Palang Merah Internasional (ICRC) untuk memberikan bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan kepada warga sipil yang mengungsi, serta meminta agar wilayah pengungsian tidak menjadi sasaran serangan udara.

Siaran pers ini dikeluarkan oleh Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB-OPM, pada Minggu (26/10/2025) dengan penanggung jawab Jenderal Goliat Tabuni selaku Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letjen Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayjen Terianus Satto selaku Kepala Staf Umum, dan Mayjen Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI atau pemerintah Indonesia terkait laporan tersebut, dan redaksi tomei.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang untuk memperoleh keterangan lebih lanjut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Tinjau Asrama dan RS Imanuel, Targetkan Perbaikan Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Puncak Jaya

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meninjau pembangunan gedung asrama, mengunjungi…

10 jam ago

Ukkas Buka Sosialisasi Rencana Pangan Papua Tengah, Implementasi Program Jadi Tantangan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada peningkatan…

24 jam ago

Sweeping Alat Tajam di Dogiyai Jadi Sorotan, Kepala Distrik Kamuu dan 8 Kampung Temui Polisi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe bersama perwakilan 8 kepala kampung menemui aparat…

1 hari ago

Kepala BKPSDM: Mutasi ASN Antar-OPD Papua Tengah Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah,…

1 hari ago

Delapan Tahun Deklarasi Manokwari, Karhutla Mengancam Papua: YLBHI Desak Darurat Bencana dan Penghentian PSN Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Delapan tahun setelah Deklarasi Manokwari tentang perlindungan hutan Papua ditandatangani, kebakaran hutan…

1 hari ago

Darki Uropmabin: Mahasiswa Papua Harus Ambil Peran dalam Penyelesaian Krisis Kemanusiaan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aktivis mahasiswa Papua sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Universitas Cenderawasih (Uncen), Darki…

1 hari ago