Berita

TPNPB Serukan Penghentian Perang Suku di Papua, Konflik Horizontal Dinilai Perparah Krisis Kemanusiaan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyerukan penghentian perang suku dan konflik horizontal yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua.

Kelompok tersebut menilai bentrokan antarsesama orang Papua hanya akan memperbesar korban jiwa serta memperburuk situasi kemanusiaan di tengah meningkatnya konflik bersenjata dan operasi keamanan di berbagai daerah.

Seruan itu disampaikan melalui siaran pers tertanggal Kamis (14/5/2026) yang disampaikan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Dalam pernyataannya, TPNPB meminta masyarakat Papua mengedepankan penyelesaian damai melalui mekanisme adat dan mediasi para kepala suku.

“Perang suku antar sesama orang Papua yang sudah terjadi di Wamena, Timika, Nabire dan wilayah lain di Tanah Papua agar hal itu jangan terulang kembali,” demikian isi pernyataan tersebut.

TPNPB menilai persoalan antarkelompok masyarakat Papua seharusnya diselesaikan melalui jalur musyawarah adat dan rekonsiliasi, bukan dengan kekerasan yang dinilai dapat memperpanjang konflik sosial di tengah masyarakat.

Menurut kelompok tersebut, konflik horizontal yang terus berlangsung tidak hanya memicu korban jiwa, tetapi juga memperlemah persatuan masyarakat asli Papua di tengah situasi keamanan yang disebut masih belum stabil di sejumlah wilayah.

Selain menyoroti konflik sosial, TPNPB juga menyinggung operasi militer dan bentrokan bersenjata yang disebut masih berlangsung di beberapa daerah, seperti Tembagapura, Puncak, Puncak Jaya, Yahukimo, Intan Jaya, Nduga, Maybrat, Pegunungan Bintang, hingga Wamena.

Dalam pernyataannya, TPNPB turut menyerukan persatuan masyarakat Papua dari Sorong hingga Merauke dan meminta agar tidak lagi muncul perbedaan identitas antarkelompok masyarakat Papua, termasuk dikotomi antara masyarakat pesisir dan pegunungan.

“Hentikan membedakan orang pantai dan gunung, karena kita adalah satu ras dan bangsa Papua,” tulis TPNPB dalam siaran pers yang dikutip tomei.id di Nabire, Jumat (15/5/2026).

TPNPB juga menyebut konflik berkepanjangan, baik konflik sosial maupun konflik bersenjata, telah memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat Papua, terutama warga sipil yang berada di wilayah konflik.

Siaran pers tersebut ditandatangani sejumlah pimpinan TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Komandan Operasi Umum Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait isi siaran pers tersebut. Tomei.id akan terus memperbarui informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah Desak Kapolda Jelaskan Perkembangan Kasus Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, meminta Kapolda Papua Tengah…

18 jam ago

KADIN Dogiyai Dorong Kopi Kembali Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

18 jam ago

IPMADO Tuding Eks Kapolres Dogiyai Yocbeth Mince Mayor Otak Pembunuhan Juventus Edowai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menuding mantan Kapolres…

19 jam ago

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

2 hari ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

2 hari ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

2 hari ago