Berita

TPNPB Tolak Pertemuan Pejabat Papua dengan Presiden Prabowo

JAYAPURA, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menolak keterlibatan sejumlah pejabat Papua dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto terkait program pembangunan di Tanah Papua, karena menurut kelompok tersebut, pembangunan tanpa penyelesaian konflik dan persoalan HAM tidak menyentuh akar persoalan Papua.

Sikap ini disampaikan melalui siaran pers di terima tomei.id, dari Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB yang dirilis pada Selasa (16/12/2025).

Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut seluruh kepala daerah dan pejabat Papua yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara dianggap tidak mewakili aspirasi rakyat Papua.

TPNPB menegaskan, persoalan Papua bukan semata soal pembangunan, melainkan berkaitan dengan konflik bersenjata, sejarah politik, dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang berlangsung puluhan tahun. Karena itu, TPNPB ini menolak seluruh program unggulan pemerintah pusat yang dijalankan tanpa penyelesaian konflik terlebih dahulu.

“TPNPB menyatakan siap menolak seluruh pembangunan dan program pemerintah pusat di Tanah Papua serta menentang pejabat Papua yang dianggap memperpanjang kolonialisme di wilayah ini. Kami menilai pembangunan belum menyentuh penyelesaian konflik dan HAM di Tanah Papua,” demikian kutipan pernyataan dalam siaran pers tersebut.

TPNPB ini juga menuntut agar Presiden Prabowo membuka ruang penyelesaian konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan Indonesia, menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM, dan mengizinkan lembaga-lembaga HAM internasional memberikan bantuan kepada warga sipil yang terdampak konflik.

Menurut TPNPB, penyelesaian persoalan Papua harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat Papua, Pemerintah Indonesia, serta aktor internasional, dengan penelusuran ulang terhadap sejarah integrasi Papua.

Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Jenderal Goliat Tabuni; Wakil Panglima, Letnan Jenderal Melkisedek Awom; Kepala Staf Umum, Mayor Jenderal Terianus Satto; dan Komandan Operasi Umum, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Istana Negara maupun pemerintah daerah di Papua terkait isi siaran pers dan ancaman yang disampaikan Tentara Papua Nasional Papua Barat (TPNPB). [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SMI-KP Soroti Situasi Paniai, Warga Disebut Tinggalkan Kampung hingga Mengungsi ke Enarotali

PANIAI, TOMEI.ID | Kekhawatiran atas situasi keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Paniai, Papua Tengah, mendorong…

12 menit ago

UNIPA Satukan Perspektif Demokrasi dan Lingkungan dalam Kuliah Umum Kehutanan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) mengangkat keterkaitan antara data kepemiluan, demokrasi, serta…

9 jam ago

42 Ton Beras untuk Lanny Jaya, Pemprov Papua Pegunungan Tekankan Distribusi hingga Tujuh Distrik

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi(Pemprov) Papua Pegunungan menyalurkan 42 ton beras bantuan bagi masyarakat Kabupaten…

9 jam ago

Mahasiswa UNIPA Belum Terdata sebagai Pemilih, KPU Papua Barat Perkuat Edukasi Demokrasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Masih adanya mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) yang belum terdata sebagai pemilih menjadi…

9 jam ago

Mesak Magai Soroti Ketimpangan Guru di Nabire, Pejabat yang Hambat Pemerataan Terancam Dicopot

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik antara sekolah di…

19 jam ago

Bupati Mesak Magai Ancam Pindahkan Direktur RSUD Nabire ke Yaro Jika Lindungi Pegawai yang Live TikTok

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, melontarkan peringatan keras terkait kedisiplinan pegawai Rumah Sakit…

19 jam ago