Berita

Uskup Timika: Kebijakan yang Menindas Rakyat adalah Kebijakan Iblis

PANIAI, TOMEI.ID | Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., menegaskan bahwa setiap kebijakan negara yang mematikan manusia dan merusak kehidupan rakyat merupakan kebijakan iblis, bukan kebijakan kebenaran dan keadilan yang wajib ditolak secara moral publik.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Uskup Bernardus saat membuka Musyawarah Pastoral Mee VIII (Muspasmee) di Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, Senin (2/2/2026).

“Dunia hari ini adalah situasi iblis. Manusia tidak lagi melihat manusia lain sebagai sesama, melainkan sebagai alat kepentingan, baik kepentingan pribadi maupun kepentingan sistem,” tegas Uskup Bernardus di hadapan peserta Muspasmee.

Uskup Bernardus menilai kondisi tersebut tidak lahir secara alamiah, melainkan dibentuk oleh sistem yang dirancang dan dijalankan manusia sendiri, mulai dari sistem kekuasaan, pemerintahan, politik, ekonomi, hingga sistem keagamaan yang kehilangan orientasi moral.

“Yang tampil dalam kenyataan bukan lagi wajah ilahi, melainkan wajah kejahatan. Bukan wajah Allah, tetapi wajah iblis. Dan itulah yang sedang dialami tanah Papua hari ini akibat sistem yang menindas,” tegas Uskup Bernardus.

Menurut Uskup Bernardus, baik gereja maupun negara tidak kebal dari penyimpangan moral. Kepemimpinan religius dan politik pada hakikatnya merupakan panggilan untuk melayani umat dan rakyat, bukan sarana mempertahankan kekuasaan.

“Tugas kepemimpinan adalah membawa rakyat dan umat menuju kehidupan yang bermartabat dan sukacita sejati, bukan menyeret mereka ke dalam kegelapan melalui kebijakan palsu yang membunuh dan merusak kehidupan,” ujarnya.

Uskup Bernardus menegaskan bahwa pemerintahan maupun gereja yang melahirkan kebijakan penindasan telah kehilangan roh kebenaran dan keadilan, serta mengkhianati martabat manusia dan panggilan pelayanan sejati.

“Jika kebijakan itu mematikan manusia dan merusak kehidupan, maka itu bukan kebijakan kebenaran. Itu pemerintah setan. Gereja pun bisa menjadi gereja setan bila meninggalkan kebenaran dan menutup mata atas penderitaan rakyat,” tegasnya.

Sebagai konteks konkret, Uskup Bernardus menyinggung berbagai krisis kemanusiaan dan ekologis yang dialami rakyat, mulai dari banjir besar di Sumatra, proyek SPN di Merauke, hingga ekspansi kelapa sawit di berbagai wilayah Indonesia yang menimbulkan penderitaan sosial dan kerusakan lingkungan.

“Pemerintah selalu mengklaim membangun. Tetapi pertanyaannya, apakah itu kebijakan kebenaran dan keadilan, atau kebijakan iblis? Jika kebijakan hanya melayani kepentingan oligarki satu dua kelompok demi kekuasaan dan perut mereka sendiri, maka itu jelas kebijakan setan,” katanya.

Sebaliknya, Uskup Bernardus menekankan bahwa kebijakan yang bersumber dari Tuhan hanya dapat lahir melalui dialog, perjumpaan, dan kesediaan mendengarkan suara rakyat sebagai dasar keadilan, martabat, dan perdamaian bersama berkelanjutan.

“Suara rakyat adalah suara Allah, yang wajib didengar penguasa tanpa kecuali hari ini,” ujarnya singkat.

Di akhir pernyataannya, Uskup Bernardus menegaskan bahwa pemerintah dan gereja ada karena rakyat dan umat, bukan untuk menguasai atau menindas mereka, melainkan melayani dengan kejujuran, keberpihakan, dan tanggung jawab moral sejati.

“Rakyat memberi kuasa, bukan untuk ditindas. Jika keputusan diambil sepihak demi kekuasaan, maka yang bekerja bukan Roh Allah dan Roh Kristus, melainkan roh iblis, yang merusak kemanusiaan, keadilan, martabat, demokrasi, dan masa depan bangsa,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB dan NGR Sebut 122.931 Warga Sipil Mengungsi, Desak PBB Tangani Krisis Kemanusiaan di Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama Nieuw Guinea Raad (NGR) Wilayah Intan…

2 jam ago

Polda Papua Tengah Buka Dua Lomba Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Total Hadiah Rp16 Juta

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah resmi membuka pendaftaran Lomba Fotografi Bhayangkara dan Lomba Konten…

2 jam ago

Youth Camp GPI se-Tanah Papua Ditutup di Jayawijaya, 41 Pemuda Siap Dibaptis dan 16 Nyatakan Diri Jadi Hamba Tuhan

WAMENA, TOMEI.ID | Youth Camp Baliem Valley Gereja Pekabaran Injil (GPI) Jalan Cuci se-Tanah Papua…

3 jam ago

Pemprov Papua Tengah Lepas Peserta Bimbel Sekolah Kedinasan, Siapkan SDM OAP Hadapi Seleksi Nasional

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperkuat investasi di sektor sumber daya…

6 jam ago

Pemkab Mimika, Freeport dan YPMAK Satukan Kekuatan, Dorong Pembangunan Terintegrasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, PT Freeport Indonesia (PTFI), dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat…

6 jam ago

BOSDA Rp14,6 Miliar Digelontorkan, Pemprov Papua Tengah Perluas Program Pendidikan Gratis bagi Ribuan Siswa

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengalokasikan Rp14.629.475.000 melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah…

8 jam ago