JAYAPURA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melaporkan seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Victor Bahabol (16), meninggal dunia saat mengungsi bersama ratusan warga sipil di kawasan hutan Korowai, Kabupaten Boven Digoel, perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang.
Laporan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterbitkan Minggu (2/8/2026).
TPNPB menyatakan Victor meninggal ketika mengungsi akibat konflik bersenjata yang mereka klaim terjadi antara TPNPB dan aparat TNI-Polri di wilayah Korowai selama 19–30 Juli 2026. Konflik itu, menurut TPNPB, memaksa ratusan warga meninggalkan permukiman dan berlindung di kawasan hutan.
Victor disebut meninggal pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 20.27 WIT. Jenazahnya kemudian dimakamkan pada Kamis (30/7) sekitar pukul 18.20 WIT di tengah hutan oleh keluarga bersama para pengungsi karena situasi keamanan di wilayah tersebut belum memungkinkan untuk kembali ke kampung.
Dalam siaran pers yang sama, TPNPB juga mengklaim konflik di Korowai menyebabkan tiga warga sipil meninggal dunia dan memicu gelombang pengungsian ratusan warga. Klaim tersebut merujuk pada laporan yang dipublikasikan Human Rights Monitor.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB selanjutnya menyatakan para pengungsi yang bertahan di kamp-kamp darurat di kawasan hutan hingga kini belum menerima bantuan kemanusiaan. Organisasi itu mengklaim bantuan dari lembaga kemanusiaan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI), belum menjangkau para pengungsi.
Atas kondisi tersebut, TPNPB kembali menyerukan Palang Merah Internasional (ICRC) dan lembaga-lembaga hak asasi manusia (HAM) Internasional segera membuka akses kemanusiaan bagi para pengungsi di Korowai. TPNPB juga mengklaim terdapat 125.931 warga sipil yang mengungsi di berbagai wilayah Tanah Papua akibat konflik bersenjata.
Selain itu, TPNPB mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB membentuk tim investigasi independen terhadap konflik bersenjata di Papua serta memastikan bantuan darurat berupa obat-obatan, bahan pangan, pakaian layak, dan kebutuhan dasar lainnya dapat segera disalurkan kepada para pengungsi, khususnya ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Dalam pernyataan resminya, TPNPB menyampaikan:
“Kami kembali mendesak kepada PBB agar segera memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk melakukan investigasi terkait konflik bersenjata dan memberikan bantuan kemanusiaan bagi 125.931 warga sipil yang sedang mengungsi di berbagai daerah di Tanah Papua yang hingga sekarang masih berada di kamp-kamp pengungsian darurat yang didirikan oleh para pengungsi serta memberikan bantuan obat-obatan, makanan dan pakaian layak pakai terutama bagi ibu-ibu hamil, balita, anak-anak, dewasa dan lansia serta kelompok rentan yang sangat membutuhkan pertolongan.”
Siaran pers tersebut ditandatangani Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dan diterbitkan pada Minggu, 2 Agustus 2026. [*].
WAMENA, TOMEI.ID | Wakil Sekretaris DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Pegunungan, Jekson…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Manokwari membacakan pertanyaan sikap Nasional Bangsa…
WAMENA, TOMEI.ID | DPR Provinsi Papua Pegunungan menemukan indikasi rendahnya kualitas sejumlah proyek jalan yang…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan organisasi keagamaan…
NABIRE, TOMEI.ID – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Tengah akan menggelar…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Seorang jurnalis Jubi, Silpester Kasipka, mengaku handphone (HP) miliknya diduga dirusak oleh…