Berita

Viral Ibu-Ibu Geruduk Kantor SPPG Bekasi Barat, Keluhkan Menu MBG saat Ramadan

BEKASI, TOMEI.ID | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan menuai sorotan setelah sejumlah orang tua siswa mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bekasi Barat untuk menyampaikan keluhan terkait menu yang dibagikan kepada anak-anak mereka.

Aksi tersebut viral di media sosial usai video kedatangan para orang tua diunggah akun Instagram @liputanwargacibitung pada Rabu (25/2/2026). Dalam video tersebut, sejumlah ibu-ibu menyampaikan protes terhadap kualitas dan variasi menu MBG yang dinilai tidak sesuai harapan.

Program MBG merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Selama Ramadan, program tetap berjalan dengan penyesuaian menu berupa makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

Namun, sejak hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan, sejumlah keluhan mulai bermunculan.

Dalam video yang beredar, para orang tua tampak mendatangi kantor SPPG Bekasi Barat untuk meminta penjelasan terkait menu makanan yang dibagikan.

Perekam video menyebut menu yang diterima siswa di antaranya roti manis, pisang, serta satu jenis makanan dalam kemasan plastik kecil.

“Nih ya MBG di Bekasi Barat. Tiap hari MBG-nya nggak pernah benar, begini terus,” ujar perekam dalam video tersebut.

Selain mempersoalkan menu, para orang tua juga mengeluhkan tidak adanya pihak pengelola yang menemui mereka saat mendatangi kantor tersebut.

“Itu emak-emak banyak yang komplain, pengelolanya nggak ada. Kita didiamkan terus kalau komplain,” lanjut perekam.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Bekasi Barat terkait keluhan tersebut.

Keluhan mengenai menu MBG selama Ramadan juga ramai dibagikan di media sosial oleh sejumlah guru dan orang tua di berbagai sekolah. Beberapa unggahan memperlihatkan menu berupa roti, susu, kacang-kacangan, dan buah.

Bahkan, terdapat laporan dari salah satu sekolah yang menolak pembagian makanan setelah menemukan roti dalam kondisi berjamur sebelum dibagikan kepada siswa.

Sampai saat ini, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai keluhan tersebut.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

HUT Ke-4 Papua Tengah Resmi Dimulai, Meki Nawipa: Momentum Perkuat Persatuan dan Gerakkan Ekonomi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun…

14 jam ago

Asrama Mahasiswa Yalimo Garap Kebun Produktif, Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Pangan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Yalimo Kota Studi Manokwari, Papua Barat, memulai pengembangan kebun produktif…

17 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Minta Minimal 30 Persen Dana Otsus Pendidikan Mulai 2027 Dialokasikan untuk Dukung SSH dan Peningkatan Mutu Pendidikan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa meminta pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten…

18 jam ago

Enam Provinsi di Tanah Papua Sepakati 18 Langkah Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus, KPK: Jangan Berhenti di Tanda Tangan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Enam pemerintah provinsi di Tanah Papua menyepakati 18 langkah strategis untuk memperbaiki…

19 jam ago

Pendidikan Jadi Prioritas, Gubernur Meki Nawipa Minta Lulusan PGSD Siap Mengabdi hingga Pedalaman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan pendidikan tetap menjadi prioritas utama…

21 jam ago

PSHT Manokwari Kukuhkan Warga Baru Tingkat I 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Persaudaraan dan Lawan Ketidakadilan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Manokwari, Ranting Manokwari Barat, Sub…

1 hari ago