Waket II DPR Papua Tengah Soroti Pendidikan dan Pertanian Usai Peresmian PLTS di Puncak

oleh -1175 Dilihat

PUNCAK, TOMEI.ID | Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, mengapresiasi peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Distrik Dervos dan Doufo, Kabupaten Puncak, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, kehadiran listrik perlu diikuti penguatan pendidikan, kesehatan, transportasi, dan sektor ekonomi masyarakat agar pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga wilayah terpencil dan terisolasi.

banner 728x90

Apresiasi tersebut disampaikan Suripatty setelah mengikuti kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun, Bupati Puncak Elvis Tabuni, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto, Kabinda Papua Tengah, serta sejumlah pejabat pemerintah provinsi.

Menurut Suripatty, peresmian PLTS menjadi langkah penting dalam memperluas akses penerangan bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Kehadiran listrik juga dinilai dapat mendukung aktivitas masyarakat, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemerintahan di tingkat distrik.

“Luar biasa Pak Gubernur bisa membayar sebagian janji politik beliau untuk menjadikan Provinsi Papua Tengah ini Papua Tengah terang,” kata Suripatty.

Ia menilai pemanfaatan energi surya dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyediakan penerangan di wilayah terpencil. Namun, menurutnya, keberlanjutan fasilitas tersebut sangat bergantung pada pengelolaan dan perawatan secara rutin.

Suripatty secara khusus mengingatkan masyarakat dan pengelola agar fasilitas PLTS dirawat dengan baik, termasuk menjaga kebersihan panel surya dari debu dan kotoran yang dapat mengganggu kinerja perangkat. Perawatan tersebut penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Suripatty menyoroti kebutuhan pendidikan di Distrik Dervos dan Doufo yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait ketersediaan gedung sekolah dan tenaga pengajar. Ia menyampaikan hal tersebut setelah melihat langsung kondisi masyarakat dalam kunjungan kerja tersebut.

Ia mengatakan masih terdapat anak usia sekolah yang belum memperoleh akses pendidikan secara memadai akibat keterbatasan fasilitas pendidikan dan tenaga guru.

“Kasihan anak-anak usia sekolah kalau mereka belum bersekolah karena belum ada gedung sekolah yang memadai, belum ada guru SD yang baik,” ujarnya.

Menurut Suripatty, aspirasi masyarakat mengenai pembangunan sekolah perlu menjadi perhatian pemerintah. Kehadiran listrik, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penyediaan sarana pendidikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh generasi muda.

Selain pendidikan, ia menyoroti kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan, transportasi, dan infrastruktur dasar. Menurutnya, pembangunan berbagai sektor tersebut penting untuk membuka akses masyarakat Dervos dan Doufo terhadap pelayanan publik serta memperkuat hubungan antardistrik.

Suripatty mengatakan masyarakat yang selama ini banyak mengandalkan jalur sungai membutuhkan dukungan sarana transportasi yang sesuai dengan kondisi wilayah, termasuk perahu bermotor. Ia juga mendorong pembangunan jalan untuk meningkatkan konektivitas menuju wilayah-wilayah terpencil.

Ia turut menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai peningkatan landasan bandar udara di wilayah tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas landasan, termasuk pengaspalan, dapat mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar akses transportasi udara.

Selain infrastruktur dasar, Suripatty melihat sektor pertanian memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat Dervos dan sekitarnya. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung melalui perencanaan, teknologi, pendampingan, dan pengelolaan hasil pertanian yang berkelanjutan.

Ia menyebut kacang tanah dan singkong sebagai sejumlah komoditas yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan apabila dikelola dalam skala yang lebih luas dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekaligus pasar.

“Kalau kita hanya tanam satu kebun kecil, itu kan habis saja untuk konsumsi. Tapi kalau kita membuat program penanaman kebun kacang misalnya berhektare-hektare atau kebun singkong, ini akan dapat dikelola untuk peningkatan sumber pendapatan,” katanya.

Menurutnya, pengembangan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan. Pemerintah juga perlu mendorong pengolahan hasil pertanian agar komoditas masyarakat memiliki nilai tambah dan mampu menciptakan sumber pendapatan baru.

Ia mencontohkan kacang tanah yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan oleh-oleh. Dengan pengolahan yang tepat, hasil pertanian masyarakat dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan apabila hanya dijual sebagai bahan mentah.

Suripatty menegaskan potensi pertanian di wilayah Dervos dan Doufo perlu mendapat perhatian dalam agenda pembangunan pemerintah. Pengembangan sektor tersebut, menurutnya, dapat berjalan berdampingan dengan pengelolaan potensi sumber daya alam lainnya secara terarah dan memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Suripatty juga menilai kondisi sosial masyarakat di wilayah Dervos dan Doufo relatif kondusif, sehingga aktivitas pembangunan dapat berjalan dengan dukungan masyarakat secara aman dan terbuka.

Menurut Suripatty, masyarakat dapat hidup berdampingan dan menjalankan aktivitas sehari-hari dalam suasana yang damai, sekaligus menjaga hubungan sosial tetap harmonis antarwarga.

Menurutnya, kondisi sosial yang kondusif menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Karena itu, pembangunan perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami berharap negara harus hadir dalam bentuk pembangunan di bidang-bidang utama, pendidikan, pelayanan kesehatan sampai dengan pelayanan infrastruktur,” ujarnya.

Suripatty mengajak pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat dukungan terhadap pembangunan di wilayah terpencil Kabupaten Puncak, terutama dalam membuka akses dasar dan mempercepat pemerataan pelayanan publik bagi masyarakat.

Menurutnya, listrik, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan pengembangan ekonomi merupakan kebutuhan yang saling berkaitan dalam meningkatkan akses dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi fondasi penting untuk mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

Ia menegaskan pembangunan di Dervos dan Doufo perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta potensi lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

“Semoga kedepan pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga memperluas akses pelayanan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujarnya. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.