Wamena United Juara! Liga 4 Papua Pegunungan 2026 Resmi Ditutup, Sepak Bola Bangkit Setelah 14 Tahun Vakum

oleh -1054 Dilihat
Pemain dan ofisial Wamena United merayakan gelar juara usai menjuarai Liga 4 Indonesia zona Papua Pegunungan musim 2025/2026 pada acara penutupan di Stadion Pendidikan Wamena, Minggu (8/3/2026). [Foto: Dok. Panpel / PSSI Papua Pegunungan].

JAYAPURA, TOMEI.ID | Usai menyajikan duel sengit antar klub Pegunungan, kompetisi Liga 4 Indonesia zona Papua Pegunungan musim 2025/2026 resmi berakhir, Minggu (8/3/2026).

Penutupan turnamen yang juga dikenal sebagai Piala Gubernur Papua Pegunungan berlangsung meriah di Stadion Pendidikan Wamena, dihadiri pejabat daerah, pemain, dan masyarakat pecinta sepak bola.

banner 728x90

Setelah melalui rangkaian pertandingan sengit, Wamena United keluar sebagai juara pertama. Gelar tersebut memastikan Wamena United menjadi wakil Papua Pegunungan pada putaran nasional Liga 4 Indonesia atau babak 64 besar musim ini.

Posisi runner-up diraih Persigubin Pegunungan Bintang. Sementara tempat ketiga ditempati Toli FC, dan peringkat keempat diraih Persikimo Yahukimo.

Turnamen sepak bola tersebut berlangsung selama 24 hari sejak 14 Februari 2026 dan diikuti 12 tim dari berbagai kabupaten di Papua Pegunungan.

Babak penyisihan dibagi ke dalam dua grup. Grup A diisi Lapago FC, Persiyali Yalimo, Persikimo Yahukimo, Pamek FC, Persigubin Pegunungan Bintang, dan Persilanny Lani Jaya.

Sementara Grup B dihuni Toli FC, Persindug Nduga, Ketengban FC, Wamena United, Bumi Baliem FC, serta Manteng FC Mamberamo Tengah.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris Umum PSSI Papua Pegunungan, Hesri Y. Purun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan kompetisi tersebut.

Menurut Hesri Y. Purun, penyelenggaraan Liga 4 menjadi momentum kebangkitan sepak bola di wilayah Papua Pegunungan setelah lama mengalami kevakuman.

“Setelah diberikan kepercayaan sebagai ketua panitia, ini kedua kalinya kami berhasil menyelenggarakan Liga 4 setelah sekitar 14 tahun sepak bola di wilayah ini vakum,” kata Hesri Y. Purun.

Penyelenggaraan kompetisi tersebut juga memiliki makna emosional bagi Hesri Y. Purun yang lahir dan besar di wilayah Papua Pegunungan.

“Sebagai anak yang lahir dan besar di tanah ini, tanah yang penuh air mata dan perjuangan, saya ingin memberikan kontribusi bagi kebangkitan sepak bola di daerah ini,” ujarnya.

Persiapan kompetisi telah dimulai sejak 17 September 2025 melalui workshop awal, kemudian dilanjutkan dengan kongres pada 11 Desember 2025. Panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan Liga 4 Papua Pegunungan mencapai sekitar 340 orang.

Selain penghargaan tim, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu bagi pemain terbaik selama turnamen berlangsung.

Kiper terbaik diraih Yance Marian dari Wamena United. Penghargaan pemain terbaik diberikan kepada Z. Uopmabin. Sementara gelar top skor diraih Maikel Walilo.

Nama kiper legendaris Persiwa Wamena, Timotius Mote, kembali disebut saat penyerahan penghargaan kepada Yance Marian yang tampil gemilang sepanjang turnamen.

Banyak pecinta sepak bola Wamena berharap Yance Marian mampu mengikuti jejak Timotius Mote sebagai penjaga gawang andalan sepak bola Pegunungan di masa depan.

Sementara itu, penghargaan fair play diberikan kepada Bumi Baliem FC sebagai tim dengan jumlah kartu paling sedikit sepanjang kompetisi.

Penutupan Liga 4 Papua Pegunungan disambut meriah oleh masyarakat dan pecinta sepak bola di Wamena. Turnamen tersebut diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain muda berbakat sekaligus menghidupkan kembali kejayaan sepak bola di wilayah Papua Pegunungan. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.