Berita

Warga Desak Kapolri Copot Kapolres Yahukimo, Usut Kematian Victor Deyal

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Gelombang desakan masyarakat di Kabupaten Yahukimo kian menguat menyusul kematian tragis seorang warga sipil, Victor B. Deyal, yang diduga menjadi korban penangkapan dan penganiayaan aparat kepolisian.

Warga mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo segera mencopot Kapolres Yahukimo serta memproses hukum para anggota yang diduga terlibat.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 07.30 WIT di kawasan pemukiman Jalur 1, tepat di depan Polsek Kota Dekai. Aparat Polresta Yahukimo disebut melakukan penangkapan terhadap Victor dengan disertai tindak kekerasan.

“Korban sempat melawan, namun kemudian berhasil diamankan dan dibawa ke kantor Polresta Yahukimo,” ungkap pihak keluarga dalam keterangan resmi yang diterima media, Kamis (4/9/2025).

Keluarga menuding, sesampainya di kantor polisi, Victor mengalami penganiayaan secara brutal. “Dia sudah tidak melawan lagi, tetapi tetap dipukul hingga babak belur,” tegas perwakilan keluarga.

Sekitar pukul 06.00 WIT keesokan harinya, pihak keluarga menerima panggilan dari aparat kepolisian untuk mendatangi RSUD Yahukimo. Setibanya di rumah sakit, keluarga mendapati Victor telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka memar. Jenazah kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga, yang meyakini bahwa Victor sudah meninggal saat berada di kantor polisi, jauh sebelum dibawa ke rumah sakit.

“Ini bukan sekadar kasus penganiayaan, melainkan pelanggaran hak hidup yang paling mendasar. Kapolri jangan diam, segera copot Kapolres dan seret semua pelaku ke pengadilan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Yahukimo, atas dugaan pelanggaran ini, keluarga korban bersama warga mendesak Kapolri agar segera mengambil langkah tegas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Yahukimo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penangkapan disertai penganiayaan yang berujung pada kematian Victor B. Deyal.

Kasus ini menambah panjang catatan dugaan praktik kekerasan aparat di Papua yang berakhir pada hilangnya nyawa warga sipil. Lembaga masyarakat sipil dan keluarga korban menegaskan, pengusutan tuntas menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan keadilan dan mencegah terulangnya praktik serupa di kemudian hari. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Lagowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…

11 jam ago

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat, Apner Itlay,…

11 jam ago

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Setelah empat hari bertahan di lingkungan Gereja GIDI Misia, Amban, Manokwari, mahasiswa…

12 jam ago

Gubernur Papua Barat Tangani Krisis Hunian Mahasiswa Yahukimo, Pembina Dorong Asrama Permanen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Persoalan tempat tinggal yang dialami lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo…

13 jam ago

Pdt. Menaser Labene Klarifikasi Pemberian Dua Anggota Polres Puncak: Amplop Berisi Rp100 Ribu dan Bingkisan Sembako

ILAGA, TOMEI.ID | Hamba Tuhan Pdt. Menaser Labene memberikan klarifikasi terkait kedatangan dua anggota Polres…

13 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah 8 Persen, OPD Diminta Percepat Kerja Nyata

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong percepatan kerja seluruh perangkat daerah untuk…

13 jam ago