Berita

Warga Sipil Nabire Dilaporkan Ditangkap Aparat Kepolisian, Organisasi HAM Desak Penjelasan Resmi

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang warga sipil bernama Desen Agimbau (29) dilaporkan ditangkap aparat di kawasan Bumi Wonorejo, Kota Nabire, Papua Tengah, pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIT.

Informasi penangkapan tersebut disampaikan organisasi Human Rights Defender (HRD) melalui laporan yang diterima pada Rabu malam. Dalam laporan itu disebutkan bahwa penangkapan terhadap Desen Agimbau dilakukan oleh sejumlah aparat kepolisian.

HRD menyatakan, setelah diamankan dari kawasan Bumi Wonorejo, Desen Agimbau langsung dibawa oleh aparat menuju kantor kepolisian di Nabire. Menurut keterangan organisasi tersebut, saat proses penangkapan berlangsung aparat tidak memperlihatkan surat perintah penangkapan maupun menjelaskan alasan penahanan terhadap warga sipil tersebut.

Selain itu, HRD juga melaporkan adanya dugaan tindakan kekerasan saat proses penangkapan. Dalam laporan yang diterima media ini disebutkan bahwa Desen Agimbau diduga mengalami pemukulan oleh aparat ketika diamankan di lokasi kejadian.

Tidak hanya penangkapan tersebut, HRD juga mencatat aktivitas patroli aparat militer yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kota Nabire hingga malam hari. Patroli tersebut dilakukan menggunakan kendaraan militer dengan personel bersenjata lengkap.

Menurut HRD, aktivitas patroli militer yang berlangsung sejak 1 Maret 2026 di beberapa kawasan permukiman warga dinilai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Kehadiran aparat bersenjata di lingkungan permukiman disebut membuat sebagian warga, terutama anak-anak, merasa takut.

Melalui laporan tersebut, HRD meminta aparat militer Indonesia memberikan penjelasan resmi terkait penangkapan Desen Agimbau serta menghentikan tindakan yang dinilai sebagai penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak aparat keamanan di Nabire belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan Desen Agimbau maupun aktivitas patroli militer yang dilaporkan oleh Human Rights Defender.

Tim redaksi media tomei akan terus mengikuti dan memperbarui perkembangan kasus ini berdasarkan fakta di lapangan, dengan mengedepankan prinsip jurnalisme independen, akurat, dan berimbang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Mahasiswa Desak Transparansi Bantuan Studi Yahukimo, Dinas Pendidikan Diminta Segera Cairkan Dana

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Pendidikan segera…

2 jam ago

Duduk Perkara Saling Bantah APBD Papua Pegunungan: DPRP Bantah Klaim Pemprov, Audit BPK Terhadap Tiga Instansi Didesak

WAMENA, TOMEI.ID | Polemik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Pegunungan memanas. DPR…

10 jam ago

Bupati Pegunungan Bintang Tegaskan Dukungan Penuh HIPMI, Sepei Kalakmabin Resmi Nahkodai BPC

JAYAPURA, TOMEI.ID | Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten setempat…

10 jam ago

Deinas Geley Sambut Wakil Menteri Bappenas, Bahas Sinkronisasi Arah Pembangunan Tanah Papua Tengah

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, menyambut kedatangan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan…

13 jam ago

MRP Papua Tengah Usulkan Penguatan Kewenangan dan Pengawasan Dana Otsus dalam Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004

TIMIKA, TOMEI.ID | Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah mengusulkan penguatan kewenangan, kelembagaan, keuangan, dan…

13 jam ago

Gubernur Meki Wajibkan ASN Papua Tengah Patuhi Kode Etik, SKP Melalui E-Kinerja Jadi Keharusan

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di…

13 jam ago