Berita

Wisuda di Tengah Keprihatinan: Asrama Mahasiswa Paniai di Jayapura Terancam Runtuh

JAYAPURA, TOMEI.ID | Di balik sukacita wisuda dua putra terbaik Kabupaten Paniai, terungkap kisah getir kondisi Asrama Mahasiswa Yamee Owa (AMY-KP) di Kota Jayapura yang kian memprihatinkan. Ibadah syukuran yang digelar Kamis (2/10/2025) bukan sekadar perayaan kelulusan, tetapi juga menjadi panggung jeritan mahasiswa yang mendesak perhatian pemerintah daerah.

Sukacita Wisuda di Tengah Keterbatasan

Kornelis Kudiai, S.E. dan Edison Gobai, S.T., dua wisudawan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), mengaku penuh syukur atas capaian mereka. Namun, kegembiraan itu bercampur keprihatinan karena ditempa dalam keterbatasan fasilitas asrama.

“Banyak tantangan yang kami lalui: sakit, lapar, jatuh bangun. Semua itu bagian dari perjalanan ini. Terima kasih kepada orang tua dan asrama yang sudah jadi rumah kami,” ujar Kornelis dengan suara bergetar.

Nopelianus Dogopia, perwakilan penghuni asrama, berharap ilmu yang diperoleh para wisudawan menjadi berkat bagi masyarakat.

“Gunakan ilmu untuk kepentingan bersama, jangan hanya untuk diri sendiri,” pesannya.

Asrama Tertua, Kondisi Terburuk

Di balik momen syukur itu, kondisi fisik AMY-KP mendapat sorotan tajam. Menurut Nando Boma, penghuni senior, bangunan yang sudah puluhan tahun berdiri itu nyaris runtuh.

“Dari luar terlihat baik, tapi di dalam lapuk. Dinding, kamar mandi, dapur rusak, atap bocor. Lantai dua sangat berbahaya karena tripleknya rapuh. Kami juga tidak punya WiFi atau komputer,” ungkapnya.

Padahal, AMY-KP dikenal sebagai salah satu asrama tertua di kawasan Meepago. “Ironis, asrama tertua justru paling memprihatinkan. Kami mendesak pemerintah segera merehabilitasi demi keselamatan mahasiswa,” tegas Nando.

Jeritan Mahasiswi: “Kami Rindu Asrama Putri”

Tak hanya mahasiswa putra, mahasiswi asal Paniai juga bersuara. Sintia Nawipa mengungkapkan mereka terpaksa tinggal di kos dengan biaya mahal karena tidak adanya asrama putri.

“Di daerah lain, mahasiswi sudah punya asrama layak. Kami di sini harus kos dengan harga tinggi dan kondisi kadang tak layak. Padahal ekonomi orang tua terbatas,” katanya sambil menahan tangis.

Ia mendesak pemerintah membangun asrama putri sebagai bentuk keadilan. “Perempuan juga punya potensi jadi pemimpin. Jangan abaikan kami,” tegasnya.

Rumah Harapan yang Butuh Pertolongan

Bagi mahasiswa Paniai, AMY-KP bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah harapan untuk menimba ilmu dan mempersiapkan diri membangun daerah.

“Kami adalah generasi penerus Paniai. Jika asrama ini tidak segera diperbaiki, bagaimana adik-adik bisa melanjutkan perjuangan kami?” ujar Ayub Yatipai penuh harap.

Desakan untuk Pemerintah

Momentum wisuda ini akhirnya menjadi panggilan moral bagi pemerintah daerah. Mahasiswa mendesak Pemkab Paniai segera mengambil langkah nyata: memperbaiki asrama putra dan membangun asrama putri.

“Generasi muda sudah membuktikan mampu menyelesaikan kuliah di tengah keterbatasan. Kini, pemerintah harus hadir menyediakan fasilitas yang layak agar kami bisa belajar dengan aman dan bermartabat,” pungkas Nando Boma. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Terima 34 Motor dari Gubernur, Wim Joani: Bantu Ekonomi dan Buka Lapangan Usaha

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Penerima bantuan sepeda motor dari Gubernur Papua Tengah, Meki Frit Nawipa,…

7 jam ago

Meki Nawipa Targetkan Intan Jaya Terang 24 Jam Mulai Desember 2026

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan Kabupaten Intan Jaya mulai menikmati…

7 jam ago

Meki Nawipa Cek Sekolah dan PLN di Intan Jaya, Janji Percepat Pembangunan

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Frit Nawipa, bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan…

9 jam ago

Pasokan Menipis, Harga Sirih di Pasar Sanggeng Tembus Rp700 Ribu

MANOKWARI, TOMEI.ID | Harga sirih di Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, melonjak hingga Rp700.000…

9 jam ago

Pelajar Tolak MBG, Kadisdikbud Papua Tengah: Kewenangan Ada di BGN

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, menegaskan pihaknya…

9 jam ago

Kapolres Nabire Akui Aksi Tolak MBG Berjalan Aman, 467 Personel Gabungan Dikerahkan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengakui aksi demonstrasi pelajar dan mahasiswa…

16 jam ago