Berita

Yance Sayuri Tegas dan Bangga Jadi Anak Papua, Lawan Rasisme Lewat Firman Tuhan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemain sayap Malut United, Yance Sayuri, menunjukkan sikap tegas dalam melawan rasisme dengan cara yang berkelas.

Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya pada Minggu (4/5/2025), Yance menyuarakan kebanggaannya sebagai putra asli Papua.

“Hitam kulit, keriting rambut, katong Papua. Torang bangga jadi anak timur,” tulis Yance, tak lama setelah Malut United menang atas Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 pada Jumat (2/5/2025). Ungkapan itu muncul di tengah gelombang komentar rasis yang bermunculan di media sosial usai pertandingan.

Pernyataan Yance bukan sekadar ekspresi identitas, melainkan bentuk perlawanan terhadap rasisme yang kerap menimpa masyarakat Papua. Alih-alih membalas dengan kemarahan, Yance justru memilih menyampaikan pesan damai melalui kutipan dari kitab Mazmur 34:14: “Mulut yang kau pakai untuk berdoa itu, adalah mulut yang sama kau pakai untuk menghina orang. Lantas bagaimana doamu bisa terkabul?”

Sikap tersebut mencerminkan kedewasaan dan keimanan sang pemain. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan menjunjung nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dikenal di lapangan dengan kecepatan dan kerja kerasnya, Yance juga menunjukkan peran atlet sebagai teladan di luar lapangan. Ia menjadi suara yang lantang menyuarakan kebanggaan sebagai orang Papua sekaligus menyerukan perlawanan terhadap diskriminasi dengan cara yang beradab.

Yance Sayuri membuktikan bahwa menjadi pesepakbola profesional tidak hanya soal prestasi di lapangan, tapi juga tentang keteguhan dalam membela nilai, identitas, dan martabat kemanusiaan. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Proses Mandek, Konflik Mengintai: HPMN Kritik Kinerja Pansus DPRK Nduga

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mandeknya proses pengisian jabatan Wakil Bupati Nduga memicu tekanan terbuka dari mahasiswa,…

21 menit ago

Tokoh Adat dan Pemda Nabire Sepakati Tolak Aksi Long March, Polisi Tetap Fasilitasi Demonstrasi

NABIRE, TOMEI.ID | Rencana aksi Front Rakyat Bergerak dalam bentuk long march resmi ditolak. Kesepakatan…

25 menit ago

785 Personel Dikerahkan, Polres Nabire Kunci Lima Titik Hadapi Aksi Front Rakyat Bergerak

NABIRE, TOMEI.ID | Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengerahkan 785 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi…

37 menit ago

Frant Rakyat Bergerak Seruhkan Aksi Mogok di Nabire, Bakal Angkat Isu Freeport, Otsus, dan MRP

NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Rakyat Bergerak menyerukan aksi demonstrasi…

22 jam ago

Honai Tak Boleh Sunyi: Seruan Menyelamatkan Budaya Aplim Apom

JAYAPURA, TOMEI.ID | Di tengah laju zaman yang terus bergerak, budaya leluhur orang Aplim Apom…

23 jam ago

Jumat Agung di Tanah Luka: Salib Kristus dan Jeritan Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Jumat Agung seharusnya menjadi ruang hening untuk mengenang penderitaan Yesus Kristus. Namun…

24 jam ago