Berita

Yeremias Edowai: Nabire Butuh Sport Center, Bukan Hanya Turnamen Musiman

NABIRE, TOMEI.ID | Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih (BEM FIK Uncen), Jayapura, Papua, Yeremias Edowai, mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera membangun sport center representatif di Nabire.

Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi dan pusat kegiatan olahraga di wilayah Papua tengah, Nabire seharusnya memiliki fasilitas olahraga yang memadai dan berstandar.

“Sebagai pusat pertumbuhan atlet muda Papua Tengah, Nabire seharusnya punya sport center yang layak. Ini bukan cuma soal lapangan, ini soal masa depan. Soal pembinaan, pengembangan, dan ruang kompetisi,” ujar Yeremias kepada Tomei.ID, Selasa (20/5/2025).

Yeremias menilai, hingga saat ini Nabire hanya menjadi tuan rumah berbagai turnamen olahraga musiman tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Padahal, berbagai kegiatan olahraga dari kabupaten sekitar seperti Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, dan Nabire sendiri kerap dipusatkan di kota ini.

“Turnamen banyak, tapi tempat latihan dan fasilitas standar tidak ada. Pemerintah semangat bikin event, tapi diam saat bicara soal infrastruktur. Ini tidak adil bagi atlet dan generasi muda,” tegasnya.

Menurut Yeremias, minimnya fasilitas olahraga merupakan bentuk pengabaian terhadap potensi generasi muda Papua Tengah. Aktivitas olahraga masih sangat bergantung pada fasilitas milik sekolah atau institusi TNI yang tidak dirancang untuk pembinaan jangka panjang. Ia juga menilai belum ada komitmen nyata dari pemerintah untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

“Tanpa fondasi infrastruktur, mimpi membentuk atlet Papua Tengah yang kompetitif di level nasional atau internasional hanya jadi omong kosong,” ujarnya.

Lebih dari sekadar proyek fisik, Yeremias memandang pembangunan sport center sebagai bentuk investasi sosial jangka panjang. Fasilitas olahraga, menurutnya, adalah ruang pembentukan karakter, disiplin, dan solidaritas generasi muda.

Ia menambahkan, antusiasme pemuda Papua terhadap olahraga sangat tinggi. Cabang seperti sepak bola, futsal, basket, dan bela diri terus berkembang meski dalam keterbatasan. Namun, kondisi ini ia ibaratkan seperti “berlari di lintasan berpasir”: semangat tinggi, tapi tanpa penunjang.

Dalam konteks pembangunan daerah, Yeremias juga menyoroti ketimpangan yang ada. Kabupaten Mimika telah memiliki sport center dan gedung olahraga berskala nasional, sementara Nabire sebagai pusat administrasi Papua Tengah belum tersentuh pembangunan serupa. Menurutnya, hal ini bukan soal keterbatasan anggaran, melainkan keberanian politik.

“Nabire jangan hanya jadi penonton. Pemerintah harus berani bertindak. Kalau tidak, kita akan kehilangan generasi emas,” katanya.

Yeremias juga mengkritik sikap pasif organisasi olahraga seperti KONI, pengurus provinsi (pengprov), dan asosiasi kabupaten (askab), yang menurutnya hanya muncul saat turnamen berlangsung, tetapi absen dalam proses pembangunan jangka panjang.

“KONI, Diaspora, Pengprov, Askab—semua harus kerja nyata. Jangan cuma taruh nama di birokrasi lalu malas tahu soal tugas. Ini momentum untuk bergerak bersama,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Yeremias melontarkan pesan tegas: “Bola sekarang ada di kaki pemerintah. Tinggal pilih, mau bermain serius, atau terus jadi penonton di lapangan sendiri.”

Ia mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama DPRP menetapkan pembangunan sport center di Nabire sebagai prioritas strategis dan mengalokasikan anggaran yang memadai. Yeremias menegaskan, generasi muda Papua Tengah siap berlari jauh asal pemerintah menyediakan lintasan yang layak.

Desakan ini membuka kembali diskusi serius tentang ketimpangan pembangunan infrastruktur olahraga di wilayah timur Indonesia. Saat semangat dan potensi generasi muda terus tumbuh tanpa dukungan fasilitas yang layak, yang muncul bukan prestasi, tetapi frustrasi. Pemerintah diharapkan tidak lagi menjadi penonton. Saatnya turun ke lapangan dan bertindak nyata. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Dua Hari Bertahan di Gereja, Mahasiswa Yahukimo Tunggu Respons Pemkab soal Hunian

MANOKWARI, TOMEI.ID | Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Kota Manokwari…

5 jam ago

Mahasiswa Yahukimo di Jayapura Desak Pemkab Bangun Asrama bagi Mahasiswa di Manokwari

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa Yahukimo yang berada di Kota Studi Jayapura mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo…

7 jam ago

Himaku Kehutanan UNIPA Resmi Dibentuk, Mahasiswa Siapkan Program Lingkungan dan Pengabdian

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Program Studi S1 Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA), resmi membentuk…

10 jam ago

KNPB Nabire Gelar Pendidikan Politik bagi Sektor Yamewa, Bahas Sejarah dan Struktur Organisasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menggelar pendidikan politik bagi anggota…

1 hari ago

Hadapi KLB Campak, Puskesmas Mokwam Siapkan ORI dan Kejar Cakupan 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat…

1 hari ago

Masyarakat Tibai Minta Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire Buka Akses Jalan Darat dan Listrik

NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

1 hari ago