Berita

38 Kontingen Provinsi Meriahkan Karnaval Budaya Pesparawi Nasional XIV di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Sebanyak 38 kontingen provinsi peserta Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 memeriahkan Karnaval Budaya yang berlangsung di Kota Manokwari, Papua Barat, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi panggung keberagaman budaya Nusantara sekaligus simbol persatuan dalam perhelatan keagamaan berskala nasional.

Ribuan warga memadati ruas jalan dari kawasan Sanggeng hingga Depo Teguh, Padarni, Distrik Manokwari Barat, untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan beragam busana adat, tarian tradisional, atribut khas daerah, serta pertunjukan seni yang merepresentasikan identitas masing-masing provinsi.

Karnaval Budaya merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian Pesparawi Nasional XIV yang digelar di Manokwari sebagai tuan rumah. Selama perjalanan menuju titik akhir, setiap kontingen menampilkan kekayaan budaya daerahnya, menciptakan suasana meriah dan penuh semangat kebangsaan.

Bupati Manokwari Hermus Indou bersama Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono hadir menyaksikan langsung jalannya karnaval. Kehadiran keduanya menunjukkan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari terhadap suksesnya pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur karnaval. Warga dari berbagai kalangan memenuhi area kegiatan untuk memberikan sambutan kepada para peserta yang datang dari seluruh penjuru Indonesia.

Setibanya di lokasi finis di depan Depo Teguh, seluruh kontingen disambut dengan suasana penuh sukacita. Interaksi antara peserta dan masyarakat mencerminkan semangat persaudaraan, kebersamaan, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya bangsa.

Selain menjadi ajang promosi budaya daerah, Karnaval Budaya Pesparawi Nasional XIV juga menjadi sarana mempererat hubungan antardaerah dan memperkuat nilai persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari tidak hanya menghadirkan kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Papua Barat kepada peserta dan tamu dari seluruh Indonesia sebagai daerah yang kaya budaya, religius, dan menjunjung tinggi toleransi.

Melalui Karnaval Budaya ini, semangat pelayanan, persaudaraan, dan kebhinekaan yang menjadi roh Pesparawi kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB Nabire Gelar Pendidikan Politik bagi Sektor Yamewa, Bahas Sejarah dan Struktur Organisasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menggelar pendidikan politik bagi anggota…

4 jam ago

Hadapi KLB Campak, Puskesmas Mokwam Siapkan ORI dan Kejar Cakupan 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat…

4 jam ago

Masyarakat Tibai Minta Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire Buka Akses Jalan Darat dan Listrik

NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

4 jam ago

100 lebih Mahasiswa Yahukimo Kehilangan Tempat Tinggal, Mengungsi di Gereja GIDI Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang sedang menempuh…

7 jam ago

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

1 hari ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

1 hari ago