Berita

5 Bingkai Hardiknas 2026: Suara Inklusi dari Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Papua Tengah menjadi panggung penegasan komitmen pendidikan inklusif. 

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menempatkan pendidikan untuk semua sebagai fondasi utama pembangunan SDM di delapan kabupaten.

Upacara digelar di MEPA Boarding School, Nabire, Sabtu (2/5/2026), dengan melibatkan siswa dari berbagai latar belakang, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Delapan bingkai berikut merekam suasana Hardiknas 2026 di Papua Tengah: mulai dari jalannya upacara, kehadiran siswa berkebutuhan khusus, hingga pesan kuat tentang pendidikan inklusif yang digaungkan pemerintah daerah.

Langkah Awal Inklusi: Gubernur Papua Tengah Hadiri Hardiknas di Nabire

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, berjalan bersama jajaran pejabat dan tokoh masyarakat saat menghadiri upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di MEPA Boarding School, Nabire, Sabtu (2/5/2026). Kehadiran ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pendidikan inklusif sebagai fondasi pembangunan SDM di Papua Tengah. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah].

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memasuki lapangan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di MEPA Boarding School, Nabire, Sabtu (2/5/2026), didampingi siswa dan jajaran. Momen ini mencerminkan kedekatan pemimpin dengan dunia pendidikan serta komitmen menghadirkan pendidikan inklusif di Papua Tengah. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah].

Suasana Hardiknas 2026 di Nabire: Barisan Siswa dan Semangat Pendidikan Inklusif

Suasana upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di MEPA Boarding School, Nabire, Sabtu (2/5/2026), diikuti para siswa yang berdiri rapi dalam barisan. Kegiatan ini menjadi wujud partisipasi bersama dalam mendorong pendidikan yang inklusif dan merata di Papua Tengah. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah].

Berdiri dengan Satu Kaki, Deki Degei Menopang Mimpi yang Tak Pernah Pincang

Deki Degei, siswa asal Kabupaten Paniai, Papua Tengah, berdiri tegak dengan satu kaki saat mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di MEPA Boarding School, Nabire, Sabtu (2/5/2026). Keterbatasan fisik tak menghalangi semangatnya untuk tetap berbaris dan memberi hormat, menjadi potret nyata bahwa mimpi tidak pernah pincang. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah].

Tak Sempurna Fisik, Sempurna Tekad: Kisah Deki Degei di Hardiknas

Dari kejauhan, Deki Degei tampak berdiri saat memimpin upacara dengan satu kaki sambil memberi hormat ke arah podium upacara Hardiknas 2026 di Nabire. Dalam sunyi barisan, ia menghadirkan pesan kuat: mimpi tidak pernah goyah, meski tubuh tak lagi sempurna. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

9 jam ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

9 jam ago

Dari Tapak ke KTT Hukum Rakyat 2026, Empat Regio Bawa Suara Tanah, Hutan dan Wilayah Adat

JAKARTA, TOMEI.ID | Persoalan penguasaan tanah, konflik tenurial, tekanan industri ekstraktif, hingga perjuangan mempertahankan wilayah…

12 jam ago

FGD PHA Digelar, Pemprov Papua Tengah Perkuat Regulasi Perlindungan Anak di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong penguatan kebijakan dan regulasi daerah terkait…

18 jam ago

KLB Campak Jadi Perhatian, Sidey Perkuat Persiapan Imunisasi ORI

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Distrik Sidey bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari dan Puskesmas Sidey memperkuat…

18 jam ago

Polda Papua Tengah Musnahkan 4,7 Gram Sabu, Pengembangan Ungkap Narapidana Lapas Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 4,7 gram…

18 jam ago