Skabies Merebak di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Kirim Tim Medis dan Obat

oleh -1142 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah memperkuat respons kesehatan terhadap meningkatnya laporan kasus skabies di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, yang sebagian dilaporkan berkembang menjadi pioderma atau infeksi kulit sekunder bernanah.

Respons tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Dinkes Provinsi Papua Tengah, Dinkes Kabupaten Puncak Jaya, dan Puskesmas Mewoluk dengan menyiapkan tim pelayanan kesehatan serta dukungan obat-obatan untuk menangani masyarakat terdampak secara langsung di lapangan.

banner 728x90

Berdasarkan laporan dari lapangan, kasus skabies yang sebelumnya ditemukan di tingkat puskesmas dilaporkan mengalami komplikasi pada sebagian pasien hingga menjadi pioderma. Kondisi tersebut kemudian membutuhkan penanganan lebih intensif, termasuk terhadap pasien yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Mulia.

Tingginya kebutuhan penanganan tersebut turut meningkatkan kebutuhan obat, khususnya salep Permetrin yang digunakan dalam pengobatan skabies. Pihak RS Mulia bahkan dilaporkan telah melakukan pengadaan salep tersebut beberapa kali untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien.

Tim Medis Diterjunkan ke Mewoluk

Sebagai langkah intervensi awal, Dinkes Kabupaten Puncak Jaya bersama Puskesmas Mewoluk membentuk Tim Pelayanan Kesehatan yang ditugaskan turun langsung ke Distrik Mewoluk.

Tim tersebut akan melakukan skrining, pemeriksaan, serta penanganan medis terhadap masyarakat yang mengalami keluhan penyakit kulit. Langkah ini penting untuk menemukan kasus lebih awal sekaligus mencegah infeksi berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Dalam pelaksanaannya, pasien yang ditemukan mengalami skabies dengan kondisi memburuk atau telah berkembang menjadi pioderma akan mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui mekanisme rujukan ke RS Mulia.

Dinkes Provinsi Siapkan Dukungan Obat

Di tingkat provinsi, Dinkes Papua Tengah menindaklanjuti permohonan dukungan logistik kesehatan dari Kabupaten Puncak Jaya.

Tim Farmasi Dinkes Provinsi Papua Tengah berkoordinasi dengan Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Puncak Jaya untuk memastikan kebutuhan obat yang diperlukan dalam penanganan kasus tersebut dapat segera dipenuhi.

Saat ini, persediaan obat yang dibutuhkan, termasuk salep Permetrin dan sejumlah obat pendukung lainnya, telah disiapkan oleh Dinkes Provinsi Papua Tengah untuk dikirim ke Puncak Jaya.

Pengiriman logistik tersebut sempat menghadapi kendala setelah penerbangan menuju Puncak Jaya mengalami pembatalan pada Rabu (2/9/2026).

Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan proses distribusi. Logistik obat telah diambil pihak ekspedisi dari Dinkes Provinsi Papua Tengah untuk diamankan di kargo dan dijadwalkan diberangkatkan melalui penerbangan pertama pada Kamis (3/9/2026).

Penanganan Tidak Berhenti pada Pengiriman Obat

Respons pemerintah tidak hanya diarahkan pada pemenuhan obat, tetapi juga pada penanganan langsung di tingkat masyarakat. Tim kesehatan yang diterjunkan ke Mewoluk diharapkan mampu menemukan kasus lebih dini, memberikan pengobatan, serta memastikan pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan segera dirujuk.

Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk mencegah kasus berkembang dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Dinkes Papua Tengah juga diharapkan terus memantau perkembangan kasus di Mewoluk, terutama terhadap kemungkinan bertambahnya pasien dan kebutuhan logistik kesehatan di lapangan.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat penanganan penyakit infeksi kulit tidak cukup hanya dengan menyediakan obat, tetapi juga membutuhkan pemeriksaan, pengobatan yang tepat, pemantauan pasien, serta upaya pencegahan penularan di lingkungan masyarakat. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.