,

Gubernur Meki Nawipa Siapkan 1,25 Juta Bibit Kopi, Kebun 1.400 Hektare Diproses

oleh -1208 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyiapkan 1.250.000 bibit kopi untuk delapan kabupaten dan memproses rencana perluasan kebun sekitar 1.400 hektare pada 2026. Program ini diarahkan untuk mengembangkan potensi kopi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, saat membuka Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula Kristus Sahabat Kita (KSK), Bukit Meriam, Nabire, Kamis (29/10/2026).

banner 728x90

Gubernur mengatakan bahwa pengembangan kopi tidak cukup hanya dengan menambah bibit dan memperluas kebun. Namun, petani juga membutuhkan pendampingan, pengolahan berkualitas, dan akses pasar agar hasil panen memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

“Kalau kita bisa menanam kopi di daerah-daerah ini, kita bisa menjadi salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Tanah Papua,” ungkap Meki.

Siapkan 1,25 Juta Bibit untuk Delapan Kabupaten

Pemprov Papua Tengah merencanakan penyebaran 1.250.000 bibit kopi ke delapan kabupaten sebagai bagian dari program pengembangan perkebunan pada 2026.

Melalui dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus), pemerintah juga melakukan pengembangan dan perluasan kebun kopi di Kabupaten Intan Jaya seluas sembilan hektare, Kabupaten Puncak delapan hektare, dan Kabupaten Deiyai delapan hektare.

Dengan demikian, total luas pengembangan kebun di tiga kabupaten tersebut mencapai 25 hektare berdasarkan data yang disampaikan dalam materi sambutan.

Selain itu, pemerintah membangun empat greenhouse di Kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai, dan Deiyai untuk mendukung pengembangan budidaya kopi.

Sementara itu, rencana perluasan dan peremajaan kebun sekitar 1.400 hektare melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 masih dalam proses. Program tersebut mencakup Kabupaten Nabire, Dogiyai, Paniai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.

Petani Perlu Pendampingan dan Akses Pasar

Meki menegaskan, pengembangan kopi harus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat, khususnya petani.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen mendorong pengembangan kopi agar masyarakat, khususnya para petani, dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung,” ujar Meki dalam sambutannya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah melaksanakan pelatihan bagi petani yang mencakup teknik budidaya, pengelolaan panen dan pascapanen, pengolahan produk turunan, pengenalan mutu kopi melalui cupping dan sensory, manajemen usaha, hingga pemasaran.

Pelatihan tersebut melibatkan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) sebagai narasumber dan dilaksanakan di Kabupaten Nabire, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, serta Puncak Jaya.

Gubernur juga menekankan pentingnya penerapan praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari pemeliharaan kebun, pemangkasan tanaman, pemilihan buah kopi merah yang matang, hingga penanganan pascapanen.

Menurut Meki, peningkatan produksi harus diimbangi dengan akses pasar yang jelas agar petani tidak hanya menghasilkan kopi berkualitas, tetapi juga memperoleh nilai jual yang lebih baik.

Ia berharap hasil pengembangan perkebunan tersebut mulai dirasakan petani dalam tiga tahun ke depan.

Kopi Lokal Didorong Tembus Pasar Nasional

Papua Tengah memiliki potensi kopi Arabika yang telah dibudidayakan secara turun-temurun di wilayah pegunungan, antara lain Dogiyai, Paniai, Deiyai, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.

Sementara itu, Nabire dan Mimika memiliki potensi pengembangan kopi Robusta. Potensi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan sekaligus sumber pendapatan masyarakat.

Meki menilai kualitas rasa harus didukung kemasan yang menarik agar kopi Papua Tengah memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kalau kemasannya menarik, itu juga bisa meningkatkan nilai jual kopi. Hal-hal seperti ini yang akan kita tingkatkan untuk mendorong kemajuan daerah,” katanya.

Festival Kopi Papua Tengah 2026 mengusung tema “Dari Kebun Kopi ke Cangkir, dari Petani Kopi untuk Papua Tengah”.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2026, ini juga menjadi ruang promosi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk kedai kopi, barista, pelaku usaha kuliner, kriya, dan pengemasan produk.

Festival tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi, para bupati dari delapan kabupaten, petani kopi, koperasi, serta pelaku usaha kopi dari berbagai wilayah Papua Tengah.

Pembukaan festival ditandai dengan prosesi penyiraman bibit kopi oleh Gubernur Meki Nawipa bersama sejumlah pejabat dan undangan.

Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petani, koperasi, dan pelaku usaha dapat memperkuat pengembangan kopi Papua Tengah.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang disiapkan atau luas kebun yang direncanakan, tetapi juga dari peningkatan produksi, terbukanya akses pasar, dan membaiknya pendapatan petani. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.