NABIRE, TOMEI.ID | Tumpukan sampah nyaris menutupi badan jalan di Kelurahan Djayanti, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sehingga mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan serta memicu desakan warga agar pemerintah bertindak tegas.
Berbagai jenis sampah masih berserakan di lokasi tersebut, menunjukkan persoalan kebersihan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius, terutama melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan penanganan sampah secara berkelanjutan.
Pantauan redaksi pada 25 Oktober 2026 menunjukkan sampah menumpuk di kawasan tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena kebersihan jalan dan lingkungan permukiman membutuhkan kepedulian masyarakat serta dukungan penanganan dari pemerintah setempat.
Ones, warga Kelurahan Jayanti, mendesak pemerintah meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara rutin agar warga memahami dampak membuang sampah sembarangan dan membiasakan diri membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Cara ini yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Misalnya ya, pemerintah melalui kelurahan dalam satu minggu harus mengadakan sosialisasi terkait kebersihan,” ujar Ones.
Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau masyarakat sudah punya modal pengetahuan tentang kebersihan, masyarakat tidak akan membuang sampah sembarangan,” katanya.
Ones juga menjelaskan bahwa sampah di lokasi tersebut kerap dibuang pada malam hari. Menurutnya, kebiasaan itu menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan karena aktivitas pembuangan sampah perlu diimbangi dengan pengawasan lingkungan.
Selain sosialisasi, Ones meminta pemerintah mempertimbangkan pengawasan dan penegakan aturan terhadap orang yang membuang sampah sembarangan. Ia mengusulkan pembentukan pos pengawasan atau ronda lingkungan sebagai salah satu upaya untuk mencegah kebiasaan tersebut.
Ia menilai edukasi perlu berjalan beriringan dengan pengawasan agar upaya menjaga kebersihan tidak berhenti pada imbauan, tetapi juga diterapkan melalui tindakan nyata oleh masyarakat.
Persoalan sampah di Kelurahan Djayanti menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan membutuhkan tanggung jawab bersama. Sosialisasi yang berkelanjutan, pengawasan yang memadai, serta penanganan sampah yang baik diperlukan agar badan jalan dan lingkungan permukiman tetap bersih dan nyaman bagi warga. [*]










