PSTI Papua Tengah Mulai Bergerak, Matangkan Program Menuju Pra-PON 2027

oleh -1152 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi Papua Tengah mulai mematangkan program kerja organisasi dan persiapan menghadapi Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2027 melalui rapat internal perdana di Kafe Enauto, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Senin (26/10/2026) sore.

Rapat tersebut menjadi langkah awal pengurus yang dilantik pada 16 Oktober 2026 untuk membenahi organisasi sekaligus mendorong kebangkitan cabang olahraga (cabor) sepak takraw di Papua Tengah setelah lama tidak aktif.

banner 728x90

Pertemuan itu dihadiri pengurus, atlet, dan ofisial. Pembahasan meliputi penyusunan program kerja jangka pendek dan jangka panjang, penguatan kesekretariatan, serta persiapan organisasi menghadapi agenda olahraga mendatang.

Rapat diawali dengan doa yang dipimpin Bendahara PSTI Papua Tengah, Linus Anouw. Selanjutnya, Sekretaris PSTI Papua Tengah, Yance Tekege, bertindak sebagai moderator sebelum rapat dibuka dan dipimpin Ketua PSTI Papua Tengah, Hengky Pigai.

Dalam arahannya, Hengky Pigai mengatakan rapat internal tersebut bertujuan menyusun program kerja sebagai dasar pengembangan organisasi dan pembinaan sepak takraw di Papua Tengah.

Menurutnya, keberadaan kepengurusan provinsi diharapkan menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali sepak takraw serta membangun pembinaan atlet secara lebih terarah.

“Selama ini, sepak takraw di Papua Tengah telah vakum. Dengan terbentuknya PSTI Papua Tengah, olahraga sepak takraw siap dibangkitkan,” ujar Hengky.

Ia menjelaskan, pembentukan kepengurusan PSTI Papua Tengah menjadi bagian dari upaya membangun kembali organisasi olahraga setelah terbentuknya daerah otonom baru (DOB) Provinsi Papua Tengah.

Hengky juga menyampaikan bahwa pengurus ingin mendukung program gubernur dan wakil gubernur di bidang olahraga melalui penguatan organisasi dan pembinaan atlet.

“Dengan sudah terbentuknya pengurus PSTI Papua Tengah ini, saya percaya sepak takraw bakal bangkit,” katanya.

Melalui rapat perdana tersebut, ia berharap kepengurusan PSTI dapat segera menjalankan program yang telah direncanakan dan membawa cabang olahraga sepak takraw kembali aktif di Papua Tengah.

Hengky menyebut Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah telah menetapkan 12 cabang olahraga, termasuk sepak takraw, untuk menjadi bagian dari pembinaan olahraga daerah. Karena itu, ia meminta dukungan berbagai pihak dalam mempersiapkan atlet menghadapi Pra-PON 2027.

Ia juga meminta atlet dan ofisial mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai agenda olahraga mendatang.

Menurutnya, kesiapan organisasi harus berjalan seiring dengan pembinaan atlet agar sepak takraw Papua Tengah dapat kembali berkembang.

“PSTI yang sudah vakum lama ini, pihaknya bakal bangkitkan dan tunjukkan bahwa Papua Tengah juga bisa,” pungkas Hengky Pigai.
[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.