Berita

AFA Pasang Badan: Liga 4 Papua Tengah Jalan Terus, Kritik Publik Salah Sasaran!

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 PSSI Piala Gubernur Papua Tengah, Alfred Fredy Anouw, bereaksi keras terhadap gelombang kritik yang mendesak pembatalan kompetisi tahun ini.

Sosok yang akrab disapa AFA tersebut menegaskan bahwa menghentikan liga sama saja dengan mematikan mimpi talenta muda dan memutus nadi ekonomi lokal.

baca juga: Resmi! Kuota Liga 4 Papua Tengah Terpenuhi, 7 Tim Siap Tempur di Piala Gubernur

“Liga 4 bukan sekadar turnamen musiman. Ini adalah bagian sakral dari piramida sepak bola nasional PSSI, satu kesatuan dengan Liga 1 hingga Liga 3,” tegas AFA dalam klarifikasi resminya, Selasa (24/2/2026).

AFA memasang badan bahwa ajang ini merupakan kawah candradimuka bagi “Mutiara Hitam” untuk melompat ke level profesional. Tanpa kompetisi, bakat muda Papua akan kehilangan panggung dan rentan terjerumus dalam perilaku negatif.

baca juga: Kuota Terpenuhi! Persipuja 75 Lengkapi Daftar Peserta Liga 4 Papua Tengah 2025/2026

“Ini tempat mereka menunjukkan skill untuk bisa menembus kasta Liga 2 atau Liga 1. Kita membina karakter mereka di sini agar terhindar dari pergaulan bebas,” cetusnya.

Tak hanya soal prestasi, Panpel membeberkan data konkret dampak ekonomi lapangan hijau. Dengan keterlibatan 7 tim yang masing-masing memboyong minimal 20 pemain, ada sedikitnya 140 pemuda Papua yang menggantungkan pendapatan dari liga ini.

AFA menyebut sepak bola telah menjadi profesi yang menghidupi kebutuhan harian hingga biaya pendidikan pemain.

“Tidak mungkin mereka semua berjualan bakso atau pentolan. Lewat bola, mereka mendapatkan penghasilan layak,” tambah AFA.

Menanggapi upaya penghentian liga dengan dalih isu Kapiraya, AFA menyebut argumen tersebut tidak relevan dan salah sasaran. Ia menjelaskan bahwa persoalan Kapiraya sedang ditangani secara serius oleh Gubernur Meki Nawipa bersama para Bupati (Mimika, Deiyai, dan Dogiyai) melalui pendekatan adat.

“Persoalan Kapiraya sudah ada jalurnya di pemerintahan. Pembatalan liga dengan alasan itu sangat tidak nyambung. Justru melalui sepak bola, kita menyatukan perbedaan yang ada,” tutup AFA dengan nada optimis. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Perjuangkan Pengusaha OAP dan Ekonomi Nelayan Papua Tengah, Realisasi Usulan Ditunggu 2027

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mendorong keterlibatan pengusaha Orang Asli Papua…

2 jam ago

IMPPETANG Perkuat Kaderisasi dan Dorong Transparansi Pelibatan Mahasiswa Pegunungan Bintang

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ketua Departemen Pengembangan Organisasi (PO) Ikatan Mahasiswa/i Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) se-Indonesia,…

15 jam ago

Cakalele dan Lego-Lego Sambut Asesor BAN-PDM di SD Negeri Fuikang

FEIMOTAU, TOMEI.ID | Tarian Cakalele dan Lego-Lego mengiringi kedatangan dua asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan…

15 jam ago

613 CPNS dan PPPK Ikuti Prajabatan dan Orientasi, BKPSDM Paniai Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

PANIAI, TOMEI.ID | Sebanyak 613 peserta CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di…

15 jam ago

Nabire Bukan Tanah Kosong, Pemerintah dan Investor Diminta Koordinasi dengan Pemilik Ulayat

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Adat Mee-Pago Kabupaten Nabire menegaskan bahwa tanah adat di Nabire bukan…

17 jam ago

Amatus Anouw dan Eman Giyai Promosikan Kopi Dogiyai, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

NABIRE, TOMEI.ID | Kopi lokal Dogiyai diperkenalkan dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula…

19 jam ago