Berita

Aksi Mahasiswa di Jayapura Ricuh, 3 Orang Terluka dan Ratusan Personel Dikerahkan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aksi mahasiswa dan masyarakat yang berlangsung di Kota Jayapura, Senin (27/4/2026), berujung ricuh di sejumlah titik setelah massa terlibat aksi saling dorong dan pelemparan terhadap aparat keamanan.

Kericuhan pecah ketika massa aksi berupaya keluar dari kawasan jalan masuk Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), yang kemudian diikuti dengan aksi pelemparan batu ke arah aparat yang sedang melakukan pengamanan.

Kapolres Jayapura, Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, membenarkan adanya korban dalam insiden tersebut.

“Ada tiga korban, dua orang saat ini dirawat di rumah sakit dan satu mengalami luka ringan. Beberapa warga juga sempat mengalami sesak napas, namun sudah dievakuasi untuk penanganan medis,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada massa aksi yang ditahan dalam peristiwa tersebut oleh pihak kepolisian selama proses pengamanan berlangsung di lapangan secara ketat dan terukur.

“Satu orang sempat diamankan karena melakukan pelemparan, namun sudah dikembalikan,” tambahnya.

Untuk mengendalikan situasi, aparat gabungan mengerahkan sekitar 1.200 personel yang terdiri dari Polda Papua, Brimob, Polres Jayapura, Polres Keerom, serta unsur TNI. Pengamanan dilakukan untuk mencegah eskalasi lanjutan di lapangan.

Selain korban luka, kericuhan juga menyebabkan kerusakan materiil di sejumlah titik. Beberapa lapak pedagang dan kendaraan dilaporkan terkena lemparan batu, termasuk mobil milik anggota dewan dari wilayah Pegunungan.

Kapolres menyebut, insiden tersebut turut mengganggu proses komunikasi dan negosiasi antara aparat keamanan dan massa aksi di lapangan.

Aksi diwarnai Orasi Mahasiswa

Di tengah situasi tersebut, aksi juga diwarnai orasi dari perwakilan mahasiswa, salah satunya dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Papua (UMP).

Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban sipil, termasuk anak-anak, serta aparat TNI dalam sejumlah konflik yang terjadi di wilayah Papua, termasuk di Distrik Kenyam dan Kabupaten Puncak.

“Hidup TNI-Polri! Hidup Pemerintah Indonesia! Kami harus hidup sama-sama di atas negeri ini,” seru orator dari atas mobil komando.

Mahasiswa juga menuntut agar kasus-kasus kekerasan terhadap warga sipil diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku serta meminta aparat tidak menyampaikan informasi yang dinilai menyesatkan publik.

Selain itu, mereka menegaskan bahwa masyarakat sipil bukanlah musuh aparat keamanan, melainkan pihak yang harus dilindungi negara.

“Musuh aparat adalah kelompok bersenjata, bukan rakyat sipil yang tidak bersenjata,” tegas perwakilan mahasiswa.

Usainya, sebagai antisipasi lanjutan, Kapolres Jayapura menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan langkah antisipasi terhadap potensi aksi lanjutan, mengingat adanya momentum politik dan sosial dalam waktu dekat.

“Apalagi dalam waktu dekat akan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh pada 1 Mei,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Tinjau Asrama dan RS Imanuel, Targetkan Perbaikan Layanan Pendidikan dan Kesehatan di Puncak Jaya

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, meninjau pembangunan gedung asrama, mengunjungi…

12 jam ago

Ukkas Buka Sosialisasi Rencana Pangan Papua Tengah, Implementasi Program Jadi Tantangan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada peningkatan…

1 hari ago

Sweeping Alat Tajam di Dogiyai Jadi Sorotan, Kepala Distrik Kamuu dan 8 Kampung Temui Polisi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe bersama perwakilan 8 kepala kampung menemui aparat…

1 hari ago

Kepala BKPSDM: Mutasi ASN Antar-OPD Papua Tengah Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah,…

1 hari ago

Delapan Tahun Deklarasi Manokwari, Karhutla Mengancam Papua: YLBHI Desak Darurat Bencana dan Penghentian PSN Merauke

JAYAPURA, TOMEI.ID | Delapan tahun setelah Deklarasi Manokwari tentang perlindungan hutan Papua ditandatangani, kebakaran hutan…

1 hari ago

Darki Uropmabin: Mahasiswa Papua Harus Ambil Peran dalam Penyelesaian Krisis Kemanusiaan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aktivis mahasiswa Papua sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Universitas Cenderawasih (Uncen), Darki…

1 hari ago