WAMENA, TOMEI.ID | Partai Perindo Papua Pegunungan memasang target menambah perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029 dengan mempertahankan basis yang sudah dikuasai sekaligus membidik daerah yang hingga kini belum memiliki keterwakilan partai tersebut.
Ketua DPW Partai Perindo Papua Pegunungan, Jhon Richard Banua, mengatakan partainya saat ini memiliki 21 kursi legislatif, terdiri atas empat kursi DPRD Provinsi Papua Pegunungan dan 17 kursi DPRD kabupaten.
Target berikutnya adalah mempertahankan kursi yang sudah ada sekaligus merebut tambahan kursi pada Pemilu 2029.
“Target minimal kami di basis seperti Jayawijaya harus bisa dipertahankan, dan untuk tingkat provinsi kami targetkan penambahan kursi. Di daerah yang saat ini masih kosong, apalagi ketua DPD kita di sana menjabat sebagai wakil bupati, kami dorong agar 2029 nanti wajib meraih kursi,” ujar Jhon Richard Banua di Wamena, Rabu (2/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Jhon saat membuka workshop penguatan organisasi bersama tim DPP Partai Perindo di Wamena. Forum itu menjadi bagian dari konsolidasi internal dan persiapan menghadapi tahapan verifikasi partai politik.
Menurut Jhon, Yalimo dan Mamberamo Tengah menjadi dua wilayah yang dibidik karena Perindo belum memiliki keterwakilan kursi di daerah tersebut. Konsolidasi struktur dan pemetaan kekuatan politik disiapkan untuk membuka peluang perolehan kursi pada Pemilu 2029.
Sementara itu, basis Perindo di tingkat DPRD kabupaten saat ini tersebar di Jayawijaya tujuh kursi, Yahukimo tiga kursi, Nduga tiga kursi, Lanny Jaya satu kursi, dan Tolikara satu kursi, Pegubin dua kursi. Di tingkat provinsi, Perindo mengantongi empat kursi.
Jhon menegaskan persiapan menghadapi Pemilu 2029 tidak akan menunggu tahapan resmi KPU dimulai. Konsolidasi organisasi, penataan struktur dan validasi data disebut menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan sejak dini.
“Untuk membesarkan partai, kami tidak melihat apakah waktu tahapan masih jauh atau sudah dekat. Ini tugas dan pekerjaan partai. Pengurus wajib menyiapkan data untuk verifikasi sampai masuk ke tahapan-tahapan di KPU nanti,” tegasnya.
Karena itu, DPW dan DPD Perindo Papua Pegunungan mulai memperkuat kesiapan administrasi, termasuk dokumen dan data organisasi yang berkaitan dengan kebutuhan verifikasi partai.
Tim DPP Perindo juga turun langsung ke Papua Pegunungan untuk memberikan pendampingan kepada pengurus di tingkat wilayah dan daerah.
“Kami di DPW dan DPD menyampaikan terima kasih banyak kepada DPP. Kami tidak perlu dipanggil ke pusat, melainkan tim dari DPP yang langsung turun membawa materi untuk persiapan organisasi partai ke depan,” kata Jhon.
Selain konsolidasi organisasi, Perindo menghadapi tantangan geografis Papua Pegunungan. Luas wilayah dan keterbatasan akses transportasi menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam mobilisasi kader maupun bakal calon legislatif.
Jhon mengakui kondisi geografis tersebut membuat kerja politik di lapangan membutuhkan persiapan lebih matang.
“Karakteristik medan di Papua Pegunungan ini sangat beda; wilayahnya luas dan akses jalannya sulit. Itu memang membuat tim dan caleg cukup rumit saat turun ke lapangan, tetapi dengan konsolidasi yang matang sejak awal, kami optimistis bisa mencapai target,” pungkasnya.
Dengan modal 21 kursi saat ini, Perindo Papua Pegunungan memasuki persiapan Pemilu 2029 dengan dua agenda utama: mempertahankan basis lama dan membuka basis baru, terutama di wilayah yang belum memiliki keterwakilan. [*].











