Berita

Beredar Poster Penolakan Pos Kamling, 36 Marga Deiyai Tolak Dugaan Militerisasi Tanah Adat

DEIYAI, TOMEI.ID | Sebuah poster berisi pernyataan sikap yang mengatasnamakan 36 Marga Deiyai beredar luas di media sosial. Dalam poster itu, kelompok tersebut menyatakan menolak pembangunan pos kamling yang dinilai berpotensi menjadi bagian dari militerisasi di atas tanah adat.

Poster itu memuat seruan “36 Marga Deiyai Menolak Tegas” disertai ajakan menghentikan pembangunan pos kamling. Mereka menegaskan bahwa tanah adat merupakan ruang kehidupan masyarakat yang tidak boleh digunakan untuk kepentingan militer.

Dalam isi poster juga disebutkan bahwa setiap keputusan terkait penggunaan tanah adat harus diputuskan melalui musyawarah 36 marga. Selain itu, terdapat narasi yang menyatakan bahwa pihak yang menyerahkan lokasi pembangunan pos kamling tanpa persetujuan bersama tidak mewakili suara masyarakat adat. Pernyataan tersebut merupakan klaim yang tercantum dalam poster dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Poster tersebut turut memuat sejumlah slogan, di antaranya “Tanah Adat Bukan Tempat Militerisasi” dan “Tanah Adat untuk Kehidupan, Bukan untuk Militer.” Selain itu, terdapat tudingan bahwa pihak yang memberikan lokasi pembangunan pos kamling merupakan bagian dari intelijen TNI-Polri. Klaim tersebut juga belum dapat diverifikasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Deiyai, TNI, Polri, maupun instansi terkait mengenai isi poster tersebut ataupun dugaan adanya rencana pembangunan pos kamling di lokasi yang dimaksud.

Tomei.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan. Berita ini akan diperbarui setelah terdapat tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Tegaskan GKII dan Kingmi Jangan Terpecah Lagi, Ajak Warga Hentikan Perang

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengajak jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia…

1 jam ago

Dibangun Swadaya, Jembatan Kampung Tibai Kembali Putus; Warga Minta Pemerintah Bertindak

NABIRE, TOMEI.ID | Jembatan gantung Kali Degeuwo yang menjadi akses menuju Kampung Tibai, Distrik Siriwo,…

1 jam ago

36 Tim SMP Ikuti Kapolda Cup I 2026, Panitia Minta Pemerintah Perhatikan Fasilitas Olahraga

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 36 tim sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Nabire mengikuti Turnamen Mini…

2 jam ago

SIAP DPMPTSP Harus Pangkas Birokrasi dan Persempit Celah Pungli di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Staf Ahli III Gubernur Papua Tengah, Ukkas, menegaskan bahwa transformasi digital pelayanan…

2 jam ago

Kekeringan dan Asap Ganggu Warga, PMI Paniai Salurkan Air Bersih dan Masker Gratis

PANIAI, TOMEI.ID | Kekeringan serta kondisi udara yang dipenuhi asap dan debu menjadi perhatian Palang…

4 jam ago

Tumiran Soroti Ketergantungan Pangan Papua Tengah, Penyuluh Diminta Buktikan Hasil Kerja

NABIRE, TOMEI.ID |Ketergantungan Papua Tengah terhadap pasokan pangan dari luar daerah menjadi tantangan yang harus…

8 jam ago