NABIRE, TOMEI.ID | Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu (20/9/2025) pukul 17.40 WIT. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa berkekuatan M3,4 berpusat di darat, 19 km timur laut Nabire dengan kedalaman 12 km.
BMKG mencatat gempa tersebut termasuk kategori dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Getarannya dirasakan masyarakat dengan intensitas II MMI, membuat sebagian warga merasakan guncangan dan benda ringan bergoyang.
Hingga pukul 17.50 WIT, BMKG melaporkan sedikitnya 90 gempa susulan pascagempa utama M6,6 pada pukul 03.19 WIT, dengan susulan terkuat berkekuatan M5,1 pada pukul 07.53 WIT.
“Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan waspada terhadap bangunan retak atau rusak akibat gempa,” tulis BMKG.
BMKG juga meminta pemerintah daerah memeriksa bangunan vital, sekolah, rumah sakit, dan rumah ibadah guna memastikan keamanan warga. Mitigasi cepat dinilai penting untuk meminimalkan risiko jika terjadi gempa susulan lebih besar.
Seluruh informasi resmi terkait gempa hanya dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG, yakni @infoBMKG, situs bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, serta kanal InaTEWS BMKG. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Papua…
NABIRE, TOMEI.ID | Program penerbangan bersubsidi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, sebagai langkah strategis memperkuat…
NABIRE, TOMEI.ID | Forum Peduli Masyarakat (FPM) Papua Tengah mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah…
NABIRE, TOMEI.ID | Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Perkumpulan Panah Papua menyoroti meningkatnya sebaran titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah…
NABIRE, TOMEI.ID | Menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kemarau, Kapolda…