WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan bergerak menangani dampak konflik yang terjadi di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, dengan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, Kamis (20/8/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Pegunungan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak konflik dan harus menghadapi kondisi kehidupan yang tidak normal.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Papua Pegunungan, Motius Weya, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapat perhatian dan dukungan selama proses penanganan berlangsung.
“Ini bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui BPBD. Kami berharap logistik ini dapat digunakan dengan baik sesuai kebutuhan keluarga di Wouma. Jangan dilihat dari besar atau kecilnya bantuan, tetapi kehadiran pemerintah di sini adalah bukti bahwa keluhan dan duka masyarakat merupakan keluhan kita bersama,” ujar Motius saat menemui warga.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas 80 paket sembako, 30 lembar selimut dari BNPB, 30 lembar matras BNPB, serta 30 unit mini family kit untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terdampak.
Selain warga di Wouma, BPBD Papua Pegunungan juga menyerahkan 20 paket bantuan logistik kepada keluarga korban asal Jayawijaya dan Yahukimo yang mengungsi serta menumpang di sejumlah lokasi di Kota Wamena.
Motius menegaskan, penanganan dampak konflik tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan pangan dan kebutuhan dasar, tetapi harus dilanjutkan dengan pemulihan yang menyentuh kebutuhan warga secara menyeluruh.
Menurutnya, pemulihan keamanan, hubungan sosial, dan rasa aman masyarakat juga menjadi bagian penting yang harus mendapat perhatian pemerintah agar warga dapat kembali beraktivitas normal tanpa dihantui ketegangan dan ancaman konflik.
“Bantuan ini adalah bagian dari penanganan awal. Yang lebih penting, kita harus bersama-sama menjaga agar kondisi masyarakat kembali aman sehingga warga dapat menjalankan kehidupan dan aktivitasnya secara normal,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, menjaga perdamaian, serta tidak kembali terlibat dalam pertikaian yang dapat memperluas dampak konflik dan menambah jumlah warga yang terdampak.
“Mari kita terus saling mendoakan agar kita tetap bisa kembali hidup berdamai dan seluruh warga dapat kembali beraktivitas normal seperti sediakala,” ungkapnya.
Menurut Motius, pemerintah daerah akan terus memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak dan melihat kebutuhan lanjutan di lapangan. Penanganan tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh pihak yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas sosial.
Respons BPBD Papua Pegunungan terhadap warga Wouma juga menjadi bagian dari penanganan masyarakat yang terdampak konflik di wilayah Wamena dan sekitarnya. Pemerintah tidak hanya dituntut menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan warga yang masih berada dalam kondisi rentan tidak terlewat dari pendataan dan pelayanan.
Sebelumnya, BPBD Papua Pegunungan juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak dari suku Lani yang mengungsi di Gereja Baptis Heloima Kopi-Kopi.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah provinsi bersama pemerintah Kabupaten Jayawijaya perlu memastikan distribusi bantuan dilakukan secara tepat sasaran, terutama kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, mengungsi, maupun mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat konflik.
Pemulihan Wouma pada akhirnya tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga jaminan keamanan, pemulihan hubungan sosial, serta ruang bagi masyarakat untuk kembali hidup berdampingan secara damai dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta cuaca ekstrem mulai menekan…
TIOM, TOMEI.ID | Kekeringan berkepanjangan yang disusul hujan es berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat di…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kebakaran dan…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) membekali mahasiswa baru dengan wawasan…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yahukimo (IMY) Kota Studi Manokwari menggelar ibadah syukuran atas keberhasilan…
NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menetapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan…