Berita

Bupati Intan Jaya Tinjau Lokasi Penemuan Jenazah Okto Tigau, Minta Kasus Diusut Secara Transparan

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, turun langsung ke lokasi penemuan jenazah Okto Tigau (19) di sekitar Pos Rajawali Habema, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Rabu (1/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memperoleh informasi awal mengenai peristiwa yang menewaskan pemuda tersebut.

Di lokasi kejadian, Aner Maisini menyatakan bahwa Okto Tigau merupakan warga sipil. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengingat situasi keamanan di wilayah itu masih berlangsung dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Berdasarkan dokumentasi foto dan informasi yang diperoleh tim redaksi tomei.id dari sumber di lapangan, jenazah korban memperlihatkan sejumlah luka pada beberapa bagian tubuh. Sumber tersebut menyebut terdapat luka di bagian dada dan perut yang diduga berkaitan dengan senjata api.

Selain itu, terlihat pula memar, luka lebam, serta luka pada bagian wajah dan kepala yang menurut sumber mengindikasikan adanya dugaan kekerasan fisik sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Sumber yang sama juga menyampaikan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, Okto Tigau diduga sempat berada di Pos Rajawali Habema. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Karena itu, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari aparat keamanan dan pihak-pihak terkait mengenai kronologi peristiwa tersebut.

Dalam keterangannya yang terekam dalam video di lokasi penemuan jenazah, Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi keamanan yang terjadi di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa korban merupakan warga sipil dan meminta aparat keamanan menjalankan setiap operasi secara profesional serta mampu membedakan masyarakat sipil dengan kelompok bersenjata agar tidak menimbulkan korban di kalangan warga yang tidak terlibat konflik.

“Korban benar-benar warga sipil. Aparat negara harus bisa membedakan mana warga sipil dan mana OPM. Intan Jaya sedang tidak baik-baik saja,” ujar Aner Maisini dalam keterangan videonya.

Dalam pernyataan yang sama, Aner Maisini juga menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan operasi keamanan di Intan Jaya. Menurutnya, “Intan Jaya darurat militer. TNI menembak warga sipil, bukan menembak OPM. Karena tidak berani masuk ke dalam hutan untuk berperang dengan OPM, TNI menembak warga sipil di kampung-kampung. Ini buktinya.”

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Bupati Intan Jaya yang disampaikan di lokasi penemuan jenazah.

Beredarnya dokumentasi kondisi jenazah korban serta pernyataan Bupati Intan Jaya memunculkan desakan dari sejumlah pihak agar peristiwa tersebut diusut secara terbuka, independen, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kematian korban serta memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden penembakan tersebut.

Belum ada keterangan dari TPNPB mengenai apakah korban merupakan warga sipil atau anggota kelompok bersenjata, sehingga informasi dari pihak tersebut masih dinantikan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi tomei.id juga masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari pihak TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, tenaga medis, keluarga korban, serta Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM guna memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

Tomei.id akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penyelidikan dan penyampaian keterangan resmi dari seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa ini. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

1 hari ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

1 hari ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

1 hari ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

1 hari ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

1 hari ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

1 hari ago