Berita

Dari Disbudpar Dogiyai, Gerakan CGS Didorong Jadi Arus Baru: Sekolah Diposisikan sebagai Pusat Kebangkitan Budaya

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Dogiyai mulai mendorong implementasi gagasan Cultural Go To School (CGS) sebagai gerakan strategis yang menyasar pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK. Program ini dirancang fondasi pembentukan kesadaran budaya sejak dini sekaligus menyiapkan generasi muda yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi.

CGS tidak lagi berhenti sebagai konsep, tetapi mulai dijalankan sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan sekolah, sanggar budaya, serta berbagai pemangku kepentingan. Melalui pendekatan kreatif dan kontekstual, siswa didorong untuk tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga memahami dan mengembangkannya secara relevan dengan perkembangan zaman.

Fokus pada jenjang pendidikan menengah dinilai sebagai langkah strategis, mengingat fase ini menjadi titik krusial dalam pembentukan karakter dan identitas generasi muda. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperkuat fondasi kultural siswa sebagai bekal jangka panjang.

Sebagai instrumen pengarah, konsep CGS telah dituangkan dalam buku panduan kerja yang menjadi acuan bersama. Kehadiran panduan ini dinilai penting untuk memastikan implementasi program berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.

Kepala SMA Negeri 2 Dogiyai, Fredy Yobee, menyatakan dukungannya terhadap gerakan tersebut. Ia menilai integrasi budaya dalam sistem pembelajaran merupakan langkah konkret dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki identitas yang kuat.

“Kami menyambut baik kegiatan kolaborasi dengan sanggar budaya. Ini menjadi wacana baru dalam penerapan pembelajaran berwawasan budaya. Nilai-nilai budaya yang diberikan akan menjadi modal penting bagi siswa kami ke jenjang pendidikan selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan tenaga pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya. Menurutnya, kompetensi guru menjadi faktor kunci dalam menghasilkan siswa yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki soft skill dan karakter yang kuat.

Dengan mulai dijalankannya CGS di tingkat SMP hingga SMA/SMK, Disbudpar Dogiyai menargetkan lahirnya generasi muda yang mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan akar budayanya. Gerakan ini sekaligus menjadi upaya sistematis menjadikan sekolah sebagai episentrum kebangkitan budaya lokal di Kabupaten Dogiyai. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemuda KINGMI Serukan Generasi Muda Paniai Jauhi Miras, Narkoba dan Perilaku Berisiko

PANIAI, TOMEI.ID | Departemen Pemuda Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menggelar longmarch damai…

10 jam ago

Dies Natalis ke-1 Mepa Boarding School, Pemprov Papua Tengah Dorong Penguatan Pendidikan dan Karakter

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong Mepa Boarding School memperkuat fondasi pendidikan,…

10 jam ago

Polda Papua Tengah Kerahkan Ditreskrimum Usut Penyerangan Anggota Polsek Kamuu

DOGIYAI, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah mengerahkan tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk membantu…

11 jam ago

Perubahan APBD Dogiyai 2026 Diuji: Jangan Besar di Atas Kertas, Kecil Manfaat di Kampung

DOGIYAI, TOMEI.ID | DPRK Dogiyai bersama Pemerintah Kabupaten Dogiyai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang…

11 jam ago

70 Suspek Campak di Manokwari, Mince Wilil Dorong Respons Cepat dan ORI 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Mince Wilil, menekankan…

16 jam ago

Macuan Perkuat Respons KLB Campak, ORI Ditargetkan Capai 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Puskesmas Macuan, Distrik Masni Utara, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memperkuat kesiapan penanggulangan…

16 jam ago