Berita

Debat Kandidat HMIP USTJ: Lebih dari Sekadar Adu Retorika, Mampukah Lahirkan Pemimpin yang Relevan dengan Tantangan Zaman?

JAYAPURA, TOMEI.ID | Debat kandidat calon Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HMIP) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) berlangsung semarak di Ruang C1, Gedung FESSOSPOL, Sabtu (25/10/2025).

Namun, di tengah sorak sorai dukungan dan janji-janji manis para kandidat, muncul pertanyaan krusial: apakah ajang ini benar-benar mampu melahirkan pemimpin mahasiswa yang relevan dengan tantangan zaman, atau hanya sekadar menjadi panggung adu retorika yang minim substansi?

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan gagasan, visi, dan kemampuan kepemimpinan mereka dalam suasana yang diklaim demokratis. Namun, perlu dipertanyakan, seberapa inklusif dan representatifkah proses demokrasi ini? Apakah seluruh aspirasi mahasiswa telah terakomodasi dalam platform para kandidat?

Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari empat program studi di Fakultas FESSOSPOL, yakni Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Akuntansi, dan Sastra Inggris. Kehadiran lintas jurusan ini memang menunjukkan dukungan terhadap proses regenerasi kepemimpinan di lingkungan kampus. Namun, apakah kehadiran fisik ini juga mencerminkan keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu yang diperdebatkan?

Dalam sambutannya, Gubernur BEM Fakultas FESSOSPOL USTJ, Alfons Gobai, didampingi Wakil Gubernur Yanurius Wabolngo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta debat yang telah berani tampil dan menyampaikan gagasan demi kemajuan himpunan.

“Kami menyampaikan salam hormat kepada seluruh mahasiswa FESSOSPOL yang hadir hari ini. Selamat kepada para kandidat yang sudah berani tampil dan beradu gagasan demi kemajuan himpunan dan kampus kita,” ujar Alfons.

Namun, lebih dari sekadar apresiasi, Alfons perlu mengingatkan para kandidat dan seluruh mahasiswa tentang tanggung jawab besar yang diemban oleh seorang pemimpin. Di tengah kompleksitas permasalahan kampus dan tantangan global yang semakin berat, pemimpin mahasiswa dituntut untuk memiliki visi yang jelas, kemampuan analisis yang tajam, dan keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat.

Alfons juga menegaskan bahwa debat kandidat bukan hanya ajang kompetisi politik internal mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran untuk mengasah semangat kepemimpinan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.

“Jadikan debat ini bukan sekadar ajang untuk menang, tapi wadah untuk belajar dan membangun karakter kepemimpinan,” katanya.

Namun, perlu diingat bahwa karakter kepemimpinan yang sejati tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan.

Ia juga mengingatkan para kandidat agar siap mengemban amanah jika nantinya terpilih, dengan tetap menjunjung nilai integritas dan pelayanan.

“Siapapun yang terpilih nanti, ingatlah bahwa kalian adalah pemimpin yang lahir dari proses, bukan sekadar hasil,” tegasnya.

Namun, proses yang dimaksud haruslah proses yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar representatif dan memiliki legitimasi yang kuat.

Menutup sambutannya, Alfons mengajak seluruh mahasiswa menjaga semangat demokrasi kampus melalui sportivitas dan rasa hormat terhadap perbedaan pendapat.

“Mari kita jaga semangat demokrasi kampus dengan sportivitas, rasa hormat, dan tanggung jawab demi kemajuan FESSOSPOL dan USTJ yang kita cintai,” tutupnya.

Namun, semangat demokrasi yang sejati tidak hanya diukur dari sportivitas dan rasa hormat, tetapi juga dari keberanian untuk mengkritisi, berdebat, dan memperjuangkan kebenaran, demi mewujudkan kampus yang lebih baik dan masyarakat yang lebih adil.

Debat kandidat HMIP USTJ tahun ini menjadi momentum strategis dalam menumbuhkan budaya demokrasi dan kepemimpinan mahasiswa. Namun, momentum ini hanya akan berarti jika para kandidat dan seluruh mahasiswa mampu melampaui sekadar retorika dan janji-janji manis, serta berkomitmen untuk mewujudkan perubahan nyata yang dirasakan oleh seluruh warga kampus. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pemprov Papua Pegunungan Pastikan Warga Tolmis Bertahan Aman, Bantuan Darurat Disalurkan

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial turun langsung meninjau kondisi…

11 jam ago

Mahasiswa Puncak Jaya Apresiasi Peresmian Asrama di Manokwari, Desak Pemkab Prioritaskan Air Bersih dan Fasilitas Pendidikan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Badan Pengurus Koordinator Wilayah (Korwil) Mahasiswa Kabupaten Puncak Jaya menyampaikan apresiasi kepada…

13 jam ago

Yuni Wonda Resmikan Asrama Mahasiswa Puncak Jaya di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak Jaya, resmi memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia…

14 jam ago

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Gereja Harus Jadi Penuntun Moral dan Persatuan Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan gereja dan para pelayan Tuhan memiliki…

14 jam ago

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Mangrove Penyangga Hidup Pesisir, Kolaborasi Besar Resmi Dimulai

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan kawasan pesisir melalui…

14 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Sisir Lokasi Pengungsian di Gereja dan Pinggiran Kota Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan terus mengintensifkan penanganan pengungsi yang tersebar di…

15 jam ago