Berita

Dekan FK Uncen Tegaskan Jalur Mandiri Kedokteran Tetap Dibuka, Diprioritaskan untuk OAP Lewat Kerja Sama Pemda

JAYAPURA, TOMEI.ID | Polemik penutupan jalur mandiri umum (JMSB) pada Program Studi Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) memicu perhatian serius di kalangan mahasiswa. Di tengah kekhawatiran menurunnya akses pendidikan kedokteran bagi generasi muda Papua, Fakultas Kedokteran (FK) Uncen menegaskan bahwa jalur mandiri tetap dibuka melalui skema kerja sama dengan pemerintah daerah dan diprioritaskan bagi Orang Asli Papua (OAP).

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Uncen mendesak pihak rektorat dan Fakultas Kedokteran untuk membuka kembali akses penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri umum. Desakan itu disampaikan Sekretaris Umum BEM FISIP Uncen 2026, Vian Gobay, yang menilai banyak lulusan SMA/sederajat di Papua bercita-cita menjadi dokter, namun menghadapi keterbatasan dalam mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) berbasis komputer, khususnya siswa dari wilayah pedalaman.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Uncen, Inneke Viviane Sumolang, menjelaskan bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru di FK Uncen sejauh ini tetap berjalan melalui dua mekanisme utama.

“Penerimaan mahasiswa untuk FK Uncen terdiri dari dua jalur, yaitu jalur nasional melalui ujian serentak nasional dan jalur mandiri kerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan tomei.id Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan, jalur mandiri berbasis kerja sama Pemda itu telah berlangsung selama tiga tahun terakhir dan secara khusus diarahkan untuk membuka akses lebih luas kepada Orang Asli Papua.

“Yang diutamakan adalah Orang Asli Papua,” kata Inneke.

Menurutnya, mekanisme penerimaan dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Kedokteran Uncen dengan pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota, kemudian dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama teknis.

Sejumlah daerah di Tanah Papua disebut telah memanfaatkan skema tersebut untuk mengirim putra-putri terbaiknya menempuh pendidikan kedokteran di Uncen. Kabupaten Jayawijaya tercatat telah mengirimkan 34 mahasiswa dalam dua tahun terakhir. Sementara Kabupaten Sarmi mengirim lima mahasiswa dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengirim 10 mahasiswa.

Selain itu, kerja sama serupa kini tengah diproses bersama Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah dan Boven Digoel. Pelaksanaan tes akademik bagi calon mahasiswa dari kedua daerah tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pekan depan.

Inneke menegaskan, pola penerimaan melalui kerja sama Pemda  merupakan strategi untuk memastikan akses pendidikan kedokteran benar-benar menyentuh anak-anak Papua, terutama dari wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan dan teknologi.

“Jadi sampaikan saja bahwa sekarang ada jalur mandiri melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, supaya betul-betul yang masuk adalah Orang Asli Papua,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemda diberi kewenangan memilih langsung calon mahasiswa dari daerah masing-masing sebelum mengikuti tes akademik yang dilaksanakan langsung di wilayah asal peserta, bukan di Kota Jayapura.

“Biasanya tes dilakukan di daerah. Minggu depan kami akan ke Mamberamo Tengah dan tes dilaksanakan di sana, bukan di Jayapura,” tambahnya.

Pernyataan Fakultas Kedokteran Uncen tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keresahan mahasiswa terkait masa depan akses pendidikan kedokteran bagi generasi muda Papua, khususnya mereka yang berasal dari daerah terpencil dengan keterbatasan sarana pendidikan dan teknologi digital. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KADIN Papua Tengah Galang Bantuan untuk Korban Bencana NTT, Targetkan Satu Kontainer

NABIRE, TOMEI.ID | Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah menggalang bantuan kemanusiaan bagi masyarakat…

9 jam ago

PMKRI Nabire Nilai Subsidi Penerbangan Buka Akses Pedalaman Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Nabire St. Albertus Magnus menilai…

16 jam ago

PPDI Yahukimo Desak Dugaan Peredaran Narkotika dan Miras yang Libatkan Oknum Aparat Diusut

DEKAI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPC PPDI) Kabupaten Yahukimo mendesak…

16 jam ago

Pemprov Papua Tengah Perkuat Koperasi Simpan Pinjam, Cegah Kredit Macet dan Koperasi Mati Suri

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat tata kelola koperasi simpan pinjam lintas…

19 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Tunjuk Emanuel Youw sebagai Juru Bicara

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan…

1 hari ago

Pemprov Papua Tengah Berencana Resmikan Dua PLTS di Kabupaten Puncak, Layani 185 Rumah di Daerah Terisolasi

NABIRE, TOME.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperluas akses energi bersih bagi masyarakat…

1 hari ago