Berita

Dinas Pendidikan Lanny Jaya Dipalang, Pelayanan Lumpuh Akibat Polemik Dana PKBM dan Hak Guru Kontrak

TIOM, TOMEI.ID | Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya hingga Selasa (19/5/2026) masih dalam kondisi dipalang dan tidak dapat difungsikan secara normal selama sepekan terakhir. Aksi penutupan kantor tersebut dipicu persoalan pengelolaan dana PKBM dan PAUD yang dinilai bermasalah, serta tuntutan pembayaran hak guru kontrak yang belum diselesaikan.

Akibat pemalangan itu, aktivitas pelayanan publik di lingkungan Dinas Pendidikan terganggu total. Para pegawai yang datang berkantor tidak dapat masuk ke dalam ruangan karena akses utama masih dikunci oleh pihak yang melakukan aksi pemalangan.

“Dan oleh karena itu salah satu pengelola sekolah PKBM dia palang kantor. Dan akhirnya hari ini para staf dinas datang ke kantor tapi tidak bisa buka dan tidak bisa masuk kantor dan melakukan aktivitas seperti biasa. Dan sampai hari ini ada yang melayani dari luar kantor dan pelayanan seperti biasa tidak bisa dilakukan,” kata Maikel.

Ia menjelaskan, pelayanan pendidikan yang seharusnya berjalan normal kini dilakukan secara terbatas dari luar kantor. Situasi itu berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk para siswa yang hendak mengurus administrasi beasiswa afirmasi namun belum dapat dilayani.

“Oleh karena itu sampai hari ini anak-anak sekolah masih menunggu. Dan karena itu kami minta kepada pemerintah dalam hal ini dinas terkait untuk segera klarifikasi persoalan ini dan meminta pihak-pihak yang dirugikan segera datang untuk berdiskusi supaya kantor bisa buka,” ujarnya.

Pemalangan kantor disebut dipicu oleh konflik internal terkait rekomendasi dan izin operasional PKBM, khususnya yang melibatkan PKBM Liru Abua.

Pengelola PKBM Liru Abua, Dite Wanimbo, menilai terdapat ketidakadilan dalam pengelolaan administrasi dan rekomendasi lembaga pendidikan nonformal di Kabupaten Lanny Jaya. Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan segera mengembalikan surat rekomendasi PKBM yang sebelumnya diberikan kepada pihak lain.

“Saya minta Bapak Kepala Dinas Pendidikan tolong kembalikan surat rekomendasi yang sudah kasih Pak Werius itu kasih Kepala Ketua Dite Wanimbo Ketua. Kembalikan surat rekomendasi saya. Itu satu. Yang kedua, saya anak putra daerah,” tegasnya.

Tak hanya itu, Dite juga menyoroti nasib guru kontrak yang disebut belum menerima pembayaran honor selama lima bulan terakhir. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan buruknya tata kelola pendidikan di daerah.

“Guru kontrak ini belum dibayar sampai sekarang lima bulan. Jadi saya minta Pak Kepala Dinas tolong berikan hak-hak kepada guru kontrak yang ada itu. Jangan mematikan SDM pendidikan Kabupaten Lanny Jaya ini,” katanya.

Ia menegaskan aksi pemalangan tidak akan dibuka sebelum tuntutan mereka dipenuhi, termasuk pembayaran hak guru kontrak dan pengembalian rekomendasi PKBM yang dipersoalkan.

“Kalau haknya belum dikasih, dengan rekomendasi yang saya bilang surat izin PKBM tidak dikasih, tidak akan kasih kunci, kasih tutup kantor,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik tersebut. Meski demikian, pelayanan administrasi disebut masih berjalan secara terbatas di luar area kantor yang dipalang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Intelektual Dogiyai Minta Polres Kedepankan Prosedur dan Pendekatan Humanis dalam Sweeping di Mauwa

DOGIYAI, TOMEI.ID | Intelektual Dogiyai, Fransiskus Yobee, meminta Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai mengedepankan prosedur hukum,…

10 jam ago

Puskesmas Warmare Capai Imunisasi 95 Persen, Edukasi Bahasa Daerah Sasar Warga di Tengah KLB Campak

MANOKWARI, TOMEI.ID | Puskesmas Warmare mengintensifkan pelayanan imunisasi campak-rubela di tengah upaya penanggulangan kejadian luar…

10 jam ago

Libatkan 1.200 Pemuda, Baptis Cup 2026 Jadi Ajang Persatuan Lintas Gereja di Papua Pegunungan

WAMENA, TOMEI.ID | Sebanyak 1.200 pemuda terlibat dalam Turnamen Sepak Bola Pemuda Baptis Cup 2026…

10 jam ago

Fredi Bunai Dorong Barista Muda Angkat Kopi Lokal Papua Tengah ke Pasar Dunia

NABIRE, TOMEI.ID | Pelatihan barista bagi Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Tengah diharapkan…

19 jam ago

Papua Tengah Catat Kesenjangan 30.941 Peserta Jaminan Sosial, 74 OAP Disiapkan Ikuti Pelatihan Kerja

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan meningkatkan…

19 jam ago

Meki Nawipa: Pendataan Akurat Jadi Kunci Tekan Pengangguran OAP di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya pendataan yang akurat untuk mengidentifikasi…

19 jam ago